SUMATERA BARAT — Fenomena tersebut terjadi bukan pada sebuah film besar, melainkan konten selama 26 menit yang dikategorikan sebagai "film" di Netflix—sebuah cuplikan eksklusif (extended look) untuk video game paling dinanti sepanjang masa, Grand Theft Auto VI. Momen ini memicu keriuhan global, bahkan sempat menyebabkan gangguan teknis di berbagai negara saat pengguna berbondong-bondong menonton penayangan perdananya pada Kamis (29/8) lalu.
Angka tersebut sukses menggeser film thriller Robert De Niro, The Whisper Man, yang berada di posisi kedua dengan 23,2 juta views. Sensor Tower mencatat unduhan aplikasi Netflix melonjak 24 persen pada hari penayangan trailer tersebut. Di platform Twitch dan YouTube, para streamer bahkan merekam reaksi mereka secara langsung untuk menyambut perilisan ini.
Keberhasilan trailer GTA VI membuktikan bahwa konten berbasis game mampu menjadi magnet baru layanan streaming. Persaingan ketat memperebutkan waktu, perhatian, dan uang penonton membuat raksasa hiburan seperti Netflix, Disney, Warner Bros. Discovery, hingga Amazon mulai berpikir lebih luas tentang jenis konten yang mereka kurasi.
Di Disney, langkah paling mengejutkan justru datang dari kemitraan strategisnya dengan TikTok pada Juli lalu. Melalui kerja sama ini, aset-aset Disney—mulai dari Marvel, Pixar, hingga FX—akan tersedia untuk para kreator di platform video pendek tersebut, sementara konten kurasi dari penggemar akan ditayangkan di Disney+. Tujuannya jelas: menjaga keterikatan (engagement) penggemar tetap mengalir, terutama di perangkat seluler.
"Orang-orang menonton acara kami, lalu mereka pergi ke media sosial untuk mencari komunitas," kata Matt Strauss, Chairman NBCUniversal Media. "Untuk menciptakan pengalaman terbaik, Anda harus melampaui konten premium dan memikirkan modalitas perangkat yang mereka gunakan serta perilaku mereka dalam mengonsumsi konten lain."
Peacock, layanan streaming milik NBCUniversal, kini memberanikan diri menghadirkan avatar Andy Cohen yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengajak pengguna menjelajahi "Bravo-verse". Platform itu juga mengintegrasikan permainan harian seperti Jeopardy! Today dan Public Eye dari Wolf Games yang digawangi Dick Wolf, dengan lebih banyak konten serupa yang bakal menyusul.
Amazon Prime Video paling agresif dalam hal ini. Sejak Juli, layanan itu memasukkan tab game di samping menu film, serial TV, dan olahraga langsung. Dengan begitu, pengguna bisa memainkan judul-judul besar seperti Hogwarts Legacy dan Indiana Jones and the Great Circle, yang sebelumnya hanya eksklusif di konsol dan PC.
"Yang saya lihat adalah konvergensi berkelanjutan antara televisi, film, dan video game," ujar Jeff Gattis, GM of Gaming Amazon. "Kami mulai dari menonton film lalu game dibuat setelahnya, atau game lalu serial TV. Sekarang, batas-batas itu semakin kabur. Prime Video kami anggap lebih sebagai platform hiburan, bukan sekadar platform streaming video."
Strategi ini kini menjadi peta jalan bagi seluruh industri. Jika sebuah trailer video game bisa menjadi "blockbuster" di Netflix, pintu eksplorasi konten non-tradisional lain tampaknya akan semakin terbuka lebar—termasuk bagi penonton Indonesia yang terus bertumbuh sebagai pasar streaming global.