SUMATERA BARAT — Suasana senja di Desa Wisata Budaya Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, berbeda dari hari biasanya. Lapak-lapak UMKM mulai berjejer, warga dan wisatawan berdatangan untuk sekadar berjalan santai, mencicipi kuliner lokal, atau menyaksikan hiburan budaya. Pasar Senja yang digelar di kawasan desa wisata ini bukan sekadar tempat belanja, melainkan juga ruang bertemu bagi komunitas dan pelaku ekonomi kreatif.
Berbeda dengan pasar malam pada umumnya, Pasar Senja Wisata Budaya Pugung Raharjo mengusung konsep yang lebih erat dengan tradisi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan lokal.
Lokasinya berada di kawasan Desa Wisata Budaya Pugung Raharjo, yang dikenal memiliki kaitan erat dengan situs arkeologi Pugung Raharjo. Wisatawan yang datang ke pasar senja ini bisa merasakan suasana pedesaan yang tenang, berpadu dengan keramaian khas pasar rakyat.
Penyelenggaraan pasar senja ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan ekonomi warga dengan tetap menjaga identitas dan kearifan lokal. Semangat yang diusung adalah "Merawat Akar, Menjawab Zaman"—sebuah pendekatan yang mencoba menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.
Kegiatan ini pun mendapat perhatian dari sektor perbankan. Bank Syariah Indonesia (BSI) turut memberikan dukungan untuk memperkuat ekosistem UMKM di desa wisata tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha lokal mengakses layanan perbankan syariah, sekaligus membuka peluang usaha agar semakin luas dan naik kelas.
Kehadiran BSI dalam gelaran ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Lampung Timur. Lewat kolaborasi ini, pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan penjualan langsung di lapak, diharapkan bisa mendapatkan fasilitas perbankan yang lebih mudah, baik untuk modal usaha maupun pengelolaan keuangan.
Indra Jaya, Penggerak UMKM Pasar Senja, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia yang telah memberikan dukungan kepada UMKM Pasar Senja Wisata Budaya. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak UMKM lokal yang mendapatkan manfaat dan kesempatan untuk berkembang," ujarnya dalam keterangan yang diterima Lampung Monitor.
Desa Wisata Budaya Pugung Raharjo berada di Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Dari pusat Kota Bandar Lampung, jaraknya sekitar 60-70 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam menggunakan kendaraan pribadi. Jalan menuju lokasi dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Karena kegiatan ini berlangsung di area desa wisata, sebaiknya pengunjung menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa transportasi lokal. Bagi yang datang dari luar kota, pintu masuk utama menuju Lampung Timur biasanya melalui jalur lintas timur Sumatera.
Pasar Senja Wisata Budaya Pugung Raharjo menjadi salah satu alternatif wisata malam yang layak dicoba saat berada di Lampung. Selain berbelanja dan menikmati suasana senja, pengunjung turut berkontribusi pada pengembangan ekonomi warga setempat.
Untuk informasi terkini mengenai jadwal kegiatan dan rangkaian acara, wisatawan disarankan menghubungi pengelola Desa Wisata Budaya Pugung Raharjo atau akun media sosial resmi pemerintah Kabupaten Lampung Timur.