Studi Aviloo: Battery Health Hyundai Ioniq 5 Hanya Turun 2,9 Persen Setelah 50 Ribu Km

Penulis: Fadhli Usman  •  Selasa, 08 September 2026 | 13:20:01 WIB
Studi Aviloo menunjukkan kesehatan baterai Hyundai Ioniq 5 mencapai 97,1 persen setelah menempuh 50 ribu kilometer.

SUMATERA BARAT — Aviloo, perusahaan asal Austria yang berfokus pada analisis baterai kendaraan listrik, merilis hasil studi yang menganalisis kondisi 20 model mobil listrik terpopuler. Data yang dihimpun berasal dari lebih dari 500 ribu pengujian nyata di lapangan, menjadikannya salah satu riset independen terbesar yang pernah dilakukan terkait kesehatan baterai.

Hyundai Ioniq 5 Unggul di Jarak 50 Ribu Km

Pada pengujian setelah kendaraan menempuh 50.000 km, Hyundai Ioniq 5 mencatatkan hasil terbaik dengan battery health di angka 97,1 persen. Artinya, degradasi yang terjadi hanya sekitar 2,9 persen dari kapasitas awal.

Posisi berikutnya ditempati Mercedes-Benz CLA dengan 96,6 persen, Hyundai Kona Electric 96,3 persen, dan Audi Q8 e-tron 95,7 persen. BMW i4 membukukan 95,6 persen, sementara Volvo XC40 Recharge serta Volkswagen ID.4 sama-sama berada di angka 95,2 persen.

Mercedes-Benz CLA Justru Terbaik di Jarak 150 Ribu Km

Hasil berbeda muncul saat jarak tempuh mencapai 150.000 km. Mercedes-Benz CLA melompat ke posisi teratas dengan kondisi baterai yang masih tersisa 94 persen. Hyundai Ioniq 5 berada di belakangnya dengan 93,6 persen, disusul Hyundai Kona Electric yang mencatatkan 93 persen.

Volvo XC40 Recharge mempertahankan 92,8 persen kapasitasnya, sedangkan Ford Mustang Mach-E dan Polestar 2 sama-sama mengantongi angka 92,5 persen. Temuan ini memperlihatkan bahwa baterai lithium-ion modern sanggup bertahan jauh melampaui masa pakai rata-rata sebuah mobil baru.

Angka Median, Bukan Jaminan Kondisi Setiap Unit

Tidak semua model menunjukkan performa yang sama. Tesla Model Y tercatat memiliki kesehatan baterai 90,3 persen setelah 150.000 km, sementara Tesla Model 3 berada di angka 88,9 persen. Di posisi bawah ada Renault Zoe dengan 87,3 persen, Mini Cooper SE 87,1 persen, dan Nissan Leaf yang menjadi yang terendah dengan 86,7 persen.

Aviloo menegaskan bahwa seluruh angka tersebut merupakan nilai median dari seluruh unit yang diuji. Pada praktiknya, kondisi baterai antar unit pada model yang sama bisa bervariasi hingga selisih 13,5 persen tergantung pola pengisian, suhu operasi, dan gaya berkendara pemiliknya.

Kendati demikian, hasil studi ini memberi sinyal positif bagi pasar otomotif nasional. Kekhawatiran soal baterai cepat rusak yang kerap menghambat konsumen Indonesia beralih ke mobil listrik perlahan terbantahkan oleh data empiris, setidaknya untuk model-model yang beredar di pasar global saat ini.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top