SUMATERA BARAT — Pergeseran selera konsumen Indonesia terhadap peralatan dapur jadi pemicunya. Masyarakat tidak lagi hanya mengejar fungsi dasar, tetapi juga mempertimbangkan estetika, keamanan, dan ketahanan bahan.
Kompor berbahan kaca tempered memberi nuansa mewah dan bersih pada interior dapur. Permukaannya lebih mudah dibersihkan dari sisa minyak dan noda masakan.
Material kaca berkualitas tinggi juga dirancang punya daya tahan dan tingkat keamanan lebih baik untuk pemakaian harian. Dua faktor ini yang membuat segmen ini tumbuh di pasar perangkat rumah tangga.
Marketing Director PT Niko Elektronik Indonesia, Tjandra Lianto, mengonfirmasi pergeseran selera masyarakat ke arah visual dapur yang rapi dan modern tanpa mengorbankan faktor keselamatan.
"Peningkatan volume penjualan yang stabil menunjukkan penerimaan positif konsumen terhadap inovasi perangkat dapur berbahan kaca yang ditawarkan," ujar Tjandra, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Niko tidak merinci angka penjualan maupun nilai pertumbuhan pada periode tersebut.
Tren ini juga tercermin dari riset independen lembaga riset Frontier di 15 kota besar Indonesia. Pengukuran Top Brand Index (TBI) mencakup kesadaran merek (Top of Mind Awareness), penggunaan terakhir (Last Usage), hingga niat pembelian ulang (Future Intention).
Kompor gas kaca Niko meraih Top Brand Award selama tiga tahun berturut-turut, yakni 2024, 2025, dan 2026.
CEO Frontier, Handi Irawan D, menilai keberhasilan merek bertahan di posisi teratas menunjukkan kemampuan produsen beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang kian selektif.
Pergeseran preferensi ke kompor gas kaca menandai perubahan konsumsi rumah tangga di segmen elektronik. Konsumen kini menilai perangkat dapur sebagai bagian dari desain interior, bukan sekadar alat masak.
Bagi pelaku bisnis ritel dan produsen, sinyal ini membuka peluang di lini produk premium. Namun mereka juga dituntut membuktikan aspek keselamatan dan durabilitas, bukan hanya tampilan.