Ducati Tolak Label Favorit untuk Marquez meski Puncaki Klasemen MotoGP 2026

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Senin, 14 September 2026 | 20:47:32 WIB
Pembalap Ducati Marc Marquez memuncaki klasemen MotoGP 2026 usai menang di San Marino.

SUMATERA BARAT — Kemenangan Marc Marquez di balapan utama MotoGP San Marino mengantar pembalap berusia 33 tahun itu ke puncak klasemen. Namun Ducati memilih menahan diri dari narasi favorit, dengan mempertimbangkan delapan seri yang masih harus dijalani musim ini.

Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menyebut performa Marquez di Sirkuit Misano memang menunjukkan kualitasnya. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa keunggulan di klasemen belum menjadi jaminan apa pun.

Marquez dan Martin Berbagi Poin Sama di Puncak Klasemen

Marquez memimpin klasemen dengan jumlah poin identik dengan Jorge Martin. Yang membedakan keduanya hanya jumlah kemenangan: Marquez sudah lima kali finis pertama, sementara Martin baru sekali naik podium tertinggi.

Di balik duel dua pembalap itu, Ducati juga memimpin klasemen konstruktor. Keunggulan mereka atas Aprilia hanya terpaut dua poin, angka yang terlalu tipis untuk dianggap aman dengan sisa musim sepanjang delapan seri.

Aprilia Diwaspadai di Sirkuit yang Cocok dengan Karakter Motor

Tardozzi secara terbuka menyebut Aprilia sebagai ancaman nyata. Menurutnya, ada sejumlah sirkuit di sisa kalender yang berpotensi membuat motor Aprilia tampil lebih cepat dibanding Ducati.

Kesadaran itu yang membuat Ducati menolak mengunci strategi pada satu nama. Tardozzi menekankan pendekatan kolektif tetap dipegang, terutama saat motor tidak berada dalam kondisi terbaik.

"Menurut saya, tidak ada favorit saat ini. Kejuaraan akan berlangsung sampai akhir," ujar Tardozzi dikutip dari Crash.net.

Strategi Poin Maksimal Jadi Kunci Ducati

Tardozzi meminta timnya tidak terlena dengan posisi Marquez di puncak. Prioritasnya jelas: mengumpulkan poin sebanyak mungkin di balapan yang tidak bisa dimenangi, lalu menyerang saat kecepatan motor mendukung.

"Yang terpenting kami mengambil poin sebanyak mungkin ketika tidak menjadi yang tercepat. Saat berada dalam kondisi nyaman, kami harus berusaha lebih keras untuk menang," katanya.

Pendekatan itu sejalan dengan karakter Marquez yang dikenal agresif namun terukur. Ducati tetap menaruh kepercayaan penuh pada pembalap delapan kali juara dunia tersebut untuk melewati sisa musim.

"Kami percaya Marc dalam segala situasi. Dia menyadari potensinya, dan terkadang dia menunjukkan kepada kami langkah yang tepat untuk diambil," ucap Tardozzi.

Delapan Seri Tersisa Jadi Penentu

Dengan delapan balapan yang masih tersisa, selisih poin antar pembalap maupun konstruktor masih bisa berubah cepat. Ducati memilih fokus pada konsistensi ketimbang membicarakan peluang juara lebih awal.

Bagi Marquez, posisi di puncak klasemen menjadi modal berharga. Namun tekanan dari Martin dan potensi kebangkitan Aprilia membuat perebutan gelar MotoGP 2026 belum bisa diprediksi.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top