Gemini 4 Argon Rilis Terbatas, Google Kejar Ketertinggalan di Frontier AI

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:17:31 WIB
Google resmi merilis model AI Gemini 4 dengan nama kode Argon secara terbatas.

SUMATERA BARAT — Google resmi merilis model AI terbarunya, Gemini 4 dengan nama kode "Argon", namun baru membuka akses untuk sekelompok kecil "trusted cyber defenders" sebelum rollout lebih luas. Model ini diklaim kompetitif dengan GPT-6 Astra dan Claude Opus 5.5 di sebagian besar benchmark, dengan limit output mencapai 1 juta token. Peluncuran ini menjadi taruhan besar Google untuk kembali diperhitungkan di persaingan model frontier setelah terakhir kali merilis Gemini 3 Pro pada November 2025.

Gemini 4 Argon dirilis di tengah tekanan besar terhadap posisi Google di peta persaingan AI global. Sejumlah analis bahkan sempat menulis DeepMind sudah tidak lagi layak disebut laboratorium frontier. Kini Google mencoba membuktikan sebaliknya lewat model yang diklaim lebih kuat untuk tugas agentic dibanding generasi Gemini sebelumnya.

Mengapa Gemini 4 Penting bagi Google

Selama 2026, Google lebih banyak merilis model Flash yang cepat dan murah, tetapi bukan model kelas atas. Model terakhir yang menyentuh level state-of-the-art adalah Gemini 3 Pro pada November 2025. Saat itu, Gemini 3 Pro sempat dianggap unggul atas OpenAI dan Anthropic, bahkan memicu "code red" di kalangan laboratorium AI pesaing.

Pergeseran manajemen pada Agustus lalu menambah taruhan. Demis Hassabis dan Jeff Dean keluar dari tim manajemen inti, dan sebagian besar operasi DeepMind dipindahkan dari London ke Mountain View. Kepala DeepMind yang baru, Koray Kavukcuoglu, kini melapor langsung ke CEO Google Sundar Pichai.

Klaim Kemampuan dan Benchmark

Berdasarkan benchmark, Gemini 4 disebut bersaing dengan GPT-6 Astra dan Claude Opus 5.5 di mayoritas pengujian. Model ini juga dilatih lebih baik untuk tugas agentic, lebih selaras dengan fokus keamanan siber, dan memiliki batas output hingga 1 juta token. Limit besar itu memungkinkan model menghasilkan dokumen panjang dalam satu prompt dengan kompresi lebih sedikit.

Namun, kemampuan di atas kertas belum tentu sejalan dengan performa nyata. Laporan Bloomberg sebelum embargo peluncuran mengutip karyawan Google yang meragukan kemampuan coding Gemini 4. Model ini disebut kesulitan menangani sejumlah tugas pemrograman tertentu meski skornya bagus di benchmark.

Strategi Harga dan Posisi di Pasar

Harga Gemini 4 Argon tergolong tidak biasa. Tarif perkenalannya dipatok USD 2 per juta token input dan USD 10 per juta token output, setara dengan biaya OpenAI Sol 6.1 saat ini. Namun harga itu akan naik dua kali lipat menjadi USD 4 dan USD 20, menyamai Claude Opus 5.5. Angka ini masih jauh lebih murah dibanding Astra atau Fable.

Kavukcuoglu menegaskan Google tidak berniat meninggalkan kompetisi model frontier demi produk yang lebih murah. "To put it very bluntly, there's nothing other than being at the frontier that is important for us," ujarnya awal bulan ini. Ia menyebut Google memiliki full stack untuk mencapai target tersebut.

Jadwal Rollout dan Ketidakpastian

Google belum memastikan tanggal perluasan akses Gemini 4 ke publik. Perusahaan hanya menyatakan model akan dirilis lebih luas "se as soon as possible" setelah fase pengujian bersama trusted cyber defenders selesai. Artinya, pengguna umum dan pelaku bisnis digital di Indonesia masih harus menunggu ketersediaan resmi.

Bagi pasar Indonesia, kehadiran Gemini 4 berpotensi memengaruhi pilihan platform AI untuk produktivitas, pengembangan produk, hingga layanan pelanggan. Namun keputusan adopsi sebaiknya menunggu hasil pengujian independen, terutama untuk kebutuhan coding dan tugas agentic yang masih dipertanyakan di internal Google sendiri.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top