PADANG — Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, Ade Efdira, menyatakan kehadiran Million Hope di festival budaya tingkat provinsi ini bukan sekadar hiburan. Menurutnya, penampilan band pop alternatif itu menjadi jembatan antara tradisi dan selera musik kekinian.
Million Hope membawakan sejumlah tembang andalan yang membuat penonton ikut bernyanyi bersama. Aksi panggung mereka menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian PKD Saraso Fest 2026.
Ade menjelaskan bahwa pelibatan musisi pop alternatif seperti Million Hope adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk memperluas ruang ekspresi. Pemerintah, katanya, ingin memfasilitasi talenta muda potensial di Sumatera Barat agar karya mereka dikenal lebih luas.
"Saraso Fest bukan hanya menjadi panggung bagi kelestarian seni tradisi semata, melainkan juga ruang inkubasi serta apresiasi terbuka bagi talenta-talenta muda kreatif agar karya orisinal mereka dikenal lebih luas oleh masyarakat," kata Ade Efdira di Padang, Jumat.
Alasan lain, Million Hope dinilai memiliki rekam jejak prestasi yang impresif. Konsistensi karya mereka dianggap mampu merepresentasikan geliat skena musik modern komunal Sumatera Barat di peta musik nasional.
Grup indie pop ini dibentuk resmi di Kota Padang pada awal tahun 2025. Formasinya diperkuat lima personel: Nurrahma Aqila (vokal), Muhammad Leo Hardy (keyboard/penulis lagu), Arifin Benyamin (gitar), Rionaldi Setiawan (bass), dan Randha Saputra (drum).
Nama mereka mulai melejit di skena musik indie berkat pendekatan aransemen pop alternatif yang fleksibel. Melodi intim bernuansa ringan hingga gelap menjadi ciri khas mereka, sarat luapan emosi personal.
Sebelum tampil di Saraso Fest 2026, Million Hope baru saja manggung di festival nasional Pestapora 2026 di Gambir Expo, Jakarta. Di ajang itu, mereka berkesempatan berkolaborasi langsung dengan musisi jazz papan atas Indonesia, Ardhito Pramono, di panggung Hingar Bingar Stage.
Penampilan di Saraso Fest 2026 sekaligus menegaskan bahwa kreativitas musisi muda Sumatera Barat siap bersaing di industri musik nasional. Identitas daerah asal tetap menjadi fondasi karya mereka.
Bagi warga Padang dan sekitarnya, kehadiran Million Hope di festival provinsi ini menjadi bukti bahwa panggung budaya daerah tidak lagi eksklusif untuk seni tradisi. Ada ruang bagi ekspresi musik modern yang tetap berpijak pada akar lokal.