SIMPANG EMPAT — Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat Imter Pedri menyatakan pihaknya mengawal langsung pelaksanaan revitalisasi agar sesuai waktu yang ditetapkan. Pengerjaan dilakukan dengan sistem swakelola dan anggaran masuk langsung ke rekening sekolah melalui pencairan dua tahap.
Dari total penerima, Taman Kanak-Kanak mendominasi dengan 46 sekolah. Sisanya, 27 Sekolah Dasar dan 10 Sekolah Menengah Pertama. Sebaran ini mencerminkan prioritas pada jenjang pendidikan usia dini yang terdampak bencana akhir 2025 lalu.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Idris menegaskan pengerjaan harus mengikuti petunjuk teknis yang sudah ditentukan. "Terhadap sekolah yang masih dalam tahap penandatangan kerja sama akan terus dipacu agar pengerjaannya cepat dilakukan sesuai petunjuk teknis yang ada," ujarnya.
Imter Pedri menjelaskan anggaran revitalisasi tidak melewati mekanisme pengadaan terpusat, melainkan langsung dikelola sekolah. "Pengerjaannya revitalisasi sekolah itu dilakukan dengan sistem swakelola. Anggarannya langsung masuk ke rekening sekolah. Dengan sistem pencairan dua kali tahap," katanya.
Skema ini memberi sekolah keleluasaan mengatur pelaksanaan, tetapi menuntut pengawasan ketat dari dinas agar tidak menyimpang dari spesifikasi teknis.
Monitoring lapangan dilakukan berkala untuk memastikan capaian pekerjaan berjalan sesuai target. Sekolah yang masih dalam tahap perjanjian kerja sama menjadi perhatian utama agar tidak tertinggal dari jadwal.
Idris berharap hasil revitalisasi bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para murid begitu pekerjaan rampung. "Sektor pendidikan merupakan sektor kebutuhan dasar bagi masyarakat. Kita secara bertahap akan terus memperbaiki sarana prasarana yang ada," ujarnya.
Program revitalisasi merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk membantu sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam pada akhir 2025. Pemkab Pasaman Barat menyatakan terus melobi pemerintah pusat agar perbaikan sarana pendidikan bisa berlanjut ke tahap berikutnya.
Perbaikan bertahap menjadi kunci karena jumlah sekolah terdampak cukup besar dan tersebar di sejumlah kecamatan. Dinas Pendidikan menargetkan seluruh pekerjaan fisik selesai sesuai tenggat yang disepakati dengan pemerintah pusat.