SUMATERA BARAT — Samsung dikabarkan menyiapkan perubahan besar pada antarmuka Android-nya melalui One UI 10 yang akan berganti nama menjadi Galaxy OS. Pembaruan berbasis Android 18 ini disebut bakal hadir pertengahan tahun depan bersama Galaxy Z Fold 9 dan Galaxy Z Flip 9, dengan pendekatan antarmuka baru yang menyatukan informasi kontekstual.
Menurut laporan yang beredar, pembaruan berbasis Android 18 itu dijadwalkan meluncur pada pertengahan tahun depan. Peluncurannya disebut berbarengan dengan dua perangkat lipat anyar Samsung, yakni Galaxy Z Fold 9 dan Galaxy Z Flip 9.
Perubahan nama menjadi Galaxy OS bukan sekadar rebranding kosmetik. Laporan menyebut Samsung ingin menyatukan ekosistem perangkat lunaknya di bawah satu identitas yang lebih kuat, sejalan dengan strategi perusahaan memperluas lini produk Galaxy dari ponsel hingga wearable dan tablet.
Pendekatan ini juga memberi Samsung ruang untuk membangun pengalaman antarmuka yang lebih terintegrasi antarperangkat, tanpa terikat pada konvensi penamaan versi One UI yang selama ini dipakai.
Perubahan paling menonjol pada Galaxy OS terletak pada cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi. Sistem baru ini disebut akan menggabungkan berbagai titik informasi terkait ke dalam satu tampilan yang dinamai "contextual interface".
Dalam praktiknya, jadwal kalender, detail lokasi, dan percakapan relevan akan disajikan lebih mudah diakses melalui alur kerja yang saling terhubung. Alih-alih membuka banyak aplikasi terpisah, pengguna bisa melihat informasi yang berkaitan dalam satu layar.
Jadwal peluncuran Galaxy OS disebut jatuh pada pertengahan tahun depan, berdekatan dengan siklus peluncuran perangkat lipat Samsung. Galaxy Z Fold 9 dan Galaxy Z Flip 9 diprediksi menjadi perangkat pertama yang membawa antarmuka baru ini secara bawaan.
Belum ada informasi resmi dari Samsung mengenai tanggal pasti peluncuran maupun daftar perangkat yang akan menerima pembaruan Galaxy OS. Pengguna Indonesia yang memakai perangkat Galaxy seri terbaru perlu menunggu pengumuman resmi terkait jadwal rollout di pasar lokal.
Pergantian nama dari One UI ke Galaxy OS berpotensi mengubah kebiasaan pengguna dalam mengenali pembaruan perangkat. Selama bertahun-tahun, One UI menjadi penanda versi antarmuka Samsung, sehingga perubahan identitas ini bisa memerlukan penyesuaian tersendiri.
Yang lebih penting, pendekatan contextual interface menjanjikan alur kerja yang lebih efisien bagi pengguna yang sering berpindah antara aplikasi kalender, peta, dan pesan. Jika klaim tersebut terwujud, Galaxy OS bisa menjadi pembeda kompetitif Samsung di pasar Android yang makin padat.
Perangkat lipat menjadi kandidat paling logis untuk memaksimalkan antarmuka kontekstual, mengingat layar besar memungkinkan penyajian informasi berlapis dalam satu tampilan. Pengguna yang mengandalkan produktivitas lintas aplikasi bakal merasakan manfaat paling signifikan.
Sejauh ini, seluruh detail mengenai Galaxy OS masih bersumber dari laporan yang belum dikonfirmasi Samsung. Pengguna sebaiknya menantikan pengumuman resmi sebelum membuat keputusan pembelian berdasarkan informasi ini.