PADANG PARIAMAN — Permintaan itu disampaikan Vasko saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung pemantauan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumbar, pergerakan arah angin, serta sebaran titik panas berdasarkan data dasbor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hasil pantauan dasbor BMKG menunjukkan tidak ada titik api yang terdeteksi di wilayah Sumatera Barat. Vasko menyebut kabut asap yang menyelimuti Sumbar saat ini berasal dari provinsi tetangga.
"Setelah dipantau melalui dasbor BMKG, tidak terdeteksi adanya titik api di wilayah Sumatera Barat. Kabut asap yang menyelimuti Sumbar saat ini berasal dari provinsi tetangga," ungkap Vasko.
Meski tidak ada titik api, Vasko mengingatkan daerah dengan riwayat kebakaran lahan tetap harus diwaspadai. Tiga kabupaten yang disebutnya paling rawan adalah Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan.
Seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan agar kebakaran tidak kembali terjadi. Instruksi ini menyasar dinas dan instansi yang berkaitan langsung dengan pengendalian kebakaran lahan di tiga wilayah tersebut.
Secara khusus, Wagub memerintahkan Dinas Kehutanan Sumbar berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti temuan Bupati Dharmasraya. Temuan itu berupa lahan bekas terbakar yang kini ditanami kelapa sawit.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengungkap penyebab kejadian dan menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Vasko tidak menutup peluang bahwa pembukaan lahan dilakukan dengan cara dibakar.
"Jangan-jangan ada oknum yang sengaja bermain di sini. Segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjutinya," tegasnya.
Guna mengantisipasi memburuknya kualitas udara, Vasko menginstruksikan pembentukan tim terpadu. Tim ini melibatkan BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.
Pembentukan tim terpadu diarahkan agar penanganan dampak kabut asap berjalan terukur, mulai dari pemantauan kualitas udara harian hingga kesiapan layanan kesehatan. Warga di tiga kabupaten rawan diminta segera melapor jika melihat titik api atau aktivitas pembakaran lahan.