PADANG — Fadly Amran menegaskan pelaksanaan Musda harus mengikuti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Ia juga meminta capaian kepengurusan disampaikan terbuka sebagai bahan evaluasi bagi kader yang akan mengambil alih kepemimpinan.
Silaturahmi di Takana Nasi Padang itu dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Eka Putra Buhari, serta Ketua DPD KNPI Sumbar Nanda Satria bersama jajaran pengurus aktif.
Sejumlah tokoh senior ikut hadir, di antaranya mantan Ketua KNPI Sumbar Hendra Irwan Rahim dan Asnawi Bahar. Fadly dalam pertemuan itu bertindak sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Sumbar.
Fadly menekankan pentingnya ruang demokrasi yang inklusif bagi seluruh kader di Sumatera Barat. Menurutnya, KNPI harus tetap menjadi kawah candradimuka bagi aktivis muda untuk mengasah kapasitas dan pengalaman.
"Berikan kesempatan kepada seluruh kader terbaik pemuda dan pemudi Sumatera Barat untuk mendaftar dan ikut serta dalam proses demokrasi kepemudaan ini. Siapa pun yang ingin maju menjadi ketua, silakan. Dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar," ucap Fadly.
Ia juga menyoroti fungsi pertanggungjawaban dalam organisasi. Capaian yang telah diraih pengurus, kata Fadly, perlu dibuka ke publik agar evaluasi kepengurusan berjalan transparan.
"Laksanakan Musda ini dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi. Berbagai capaian yang telah diraih perlu disampaikan secara terbuka sebagai bagian dari evaluasi kepengurusan," ujar Fadly menegaskan.
Ketua DPD KNPI Sumbar Nanda Satria memaparkan, perhelatan pemuda se-Sumatera Barat itu direncanakan bergulir pada 22 November 2026 di Kota Padang. Ia berharap para senior memberi panduan dan masukan untuk menyukseskan agenda tersebut.
Nanda menyebut proses transisi kepengurusan perlu berjalan tanpa gejolak. Soliditas organisasi menjadi prioritas selama pergantian kepemimpinan.
"Kami juga berharap proses transisi kepengurusan dapat berlangsung secara soft landing, sehingga pergantian kepemimpinan berjalan dengan baik, tetap menjaga soliditas organisasi, serta memperkuat kebersamaan di tubuh KNPI," kata Nanda.
Mantan Ketua KNPI Sumbar Hendra Irwan Rahim menitipkan pesan agar kepengurusan baru lebih proaktif menyosialisasikan organisasi hingga ke akar rumput. Lingkungan kampus dinilai paling krusial karena masih banyak mahasiswa yang belum memahami eksistensi KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda.
Asnawi Bahar menyatakan kebanggaannya atas rekam jejak kader KNPI yang kini menduduki jabatan strategis, mulai dari anggota DPRD hingga kepala daerah. Ia berharap tradisi pembinaan kader dipertahankan demi menjaga kualitas dan peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan daerah.
Bagi DPD KNPI Sumbar, silaturahmi ini menjadi titik konsolidasi terakhir sebelum masa bakti kepengurusan berakhir. Seluruh masukan dari para senior akan dibawa ke forum Musda sebagai bahan pembahasan agenda kepemudaan ke depan.