SUMATERA BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak datar atau terkonsolidasi pada perdagangan Senin (2/11), setelah ditutup melemah 0,80% ke level 5.057 pada Jumat (30/10). Dua analis teknikal memberi skenario berbeda: peluang rebound menuju 5.300-5.564, atau koreksi lebih dalam bila support 4.972 jebol. Rekomendasi saham pun terbelah antara kelompok infrastruktur-energi dan bank digital.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih menghadapi dua kemungkinan arah. Dalam skenario terbaik, indeks berada pada wave (iv) dari wave [v] dan berpeluang menguat menuju 5.456-5.564. Sementara pada skenario terburuk, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi ke 4.763-4.845.
"Dalam skenario terbaik, IHSG berada pada wave (iv) dari wave [v] dan berpeluang menguat menuju 5.456-5.564. Namun, pada skenario terburuk, indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju 4.763-4.845," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Untuk perdagangan hari ini, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.012 dan 4.915, dengan resistance 5.328 dan 5.460. Empat saham yang direkomendasikannya: EXCL, MEDC, SQMI, dan TAPG.
Binaartha Pasang Syarat Rebound: Tembus 5.123 Dulu
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat peluang rebound IHSG menuju 5.300 hanya terbuka jika indeks mampu menembus resistensi minor di 5.123. Sebaliknya, bila kembali turun di bawah support krusial 4.972, skenario koreksi dapat berlanjut.
"Penembusan level 5.123 akan membuka peluang penguatan IHSG menuju 5.300. Sebaliknya, jika kembali turun di bawah 4.972, skenario koreksi dapat berlanjut," ujar Ivan.
Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 4.972, 4.895, dan 4.767, dengan resistance 5.123, 5.418, 5.561, dan 5.716. Lima saham pilihannya: GOTO, ISAT, PTBA, TLKM, dan UNTR.
Bekal Data Penutupan Jumat: 523 Saham Terkoreksi
Pada penutupan Jumat (30/10), IHSG melemah 41 poin atau minus 0,80% dari perdagangan sebelumnya ke level 5.057. Nilai transaksi tercatat Rp 11,26 triliun dengan volume 37,37 miliar saham diperdagangkan, mengutip RTI Infokom.
Breadth pasar pada penutupan pekan lalu condong negatif. Sebanyak 187 saham menguat, 523 saham terkoreksi, dan 81 saham stagnan. Rasio saham turun terhadap naik hampir tiga banding satu, menandakan tekanan jual masih mendominasi.
- Level penutupan IHSG Jumat: 5.057 (-0,80%)
- Nilai transaksi: Rp 11,26 triliun
- Volume saham: 37,37 miliar lembar
- Saham naik/turun/stagnan: 187 / 523 / 81
- Support krusial yang disorot analis: 4.972
- Resistance minor untuk konfirmasi rebound: 5.123
Dua Kubu Rekomendasi: Energi-Infrastruktur vs Bank Digital
Pilihan saham kedua sekuritas mencerminkan perbedaan orientasi. MNC Sekuritas menyorot EXCL dan TAPG dari sisi infrastruktur telekomunikasi dan perkebunan, plus MEDC dan SQMI di sektor energi dan mineral.
Binaartha Sekuritas mengarahkan perhatian ke GOTO dan ISAT di kelompok teknologi-telekomunikasi, PTBA di batu bara, serta TLKM dan UNTR yang mewakili telekomunikasi dan alat berat. Nama-nama berkapitalisasi besar mendominasi daftar Binaartha.
Apa Artinya bagi Investor
Level 4.972 menjadi garis pemisah utama hari ini. Selama IHSG bertahan di atas level itu, peluang rebound teknikal tetap hidup dengan target awal 5.123. Penembusan ke atas 5.123 membuka jalan ke 5.300.
Sebaliknya, kehilangan 4.972 memperbesar risiko indeks menyusuri support berikutnya di 4.895 dan 4.767, sejalan dengan skenario terburuk MNC Sekuritas di 4.763-4.845. Investor jangka pendek disarankan mencermati volume transaksi sebagai konfirmasi arah.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.