DHARMASRAYA — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar Shalat Istisqa berjamaah di Masjid Agung Dharmasraya, Senin, sebagai permohonan hujan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta kabut asap. Kegiatan itu melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ratusan warga.
Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni hadir bersama Ketua DPRD Jemi Hendra, Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, dan Kajari Indra Gunawan. Turut hadir perwakilan Dandim 0310/SSD, Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman, Sekretaris Daerah Medison, serta sejumlah kepala kantor kementerian dan tokoh adat setempat.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengajak masyarakat menjadikan musibah yang terjadi sebagai momentum introspeksi diri, memperbanyak doa, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan doa.
Annisa menekankan perlunya tindakan nyata, kerja sama lintas sektor, dan kepedulian sosial dalam menghadapi dampak karhutla dan kekeringan. Arahan itu disampaikan di tengah rangkaian ibadah yang juga diikuti perwakilan organisasi kemasyarakatan dan pondok pesantren.
Dalam khutbahnya, Ustaz Maulana Yatim mengingatkan jamaah agar memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak istigfar, memperbaiki akhlak, serta mengevaluasi diri ketika menghadapi berbagai musibah. Ia juga mengajak umat Islam menjauhi perbuatan zalim.
Maulana meminta jamaah tidak membiarkan harta, jabatan, maupun kesenangan duniawi menjauhkan manusia dari kewajiban beragama dan kepedulian terhadap sesama. Pesan itu disampaikan di hadapan jamaah yang memenuhi Masjid Agung Dharmasraya.
Rangkaian ibadah ditutup dengan doa agar hujan yang membawa keberkahan segera turun. Jamaah juga memohon keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta kemampuan bagi para pemimpin dalam menjalankan amanah.
Permohonan itu muncul setelah kabut asap dan kekeringan dirasakan warga di sejumlah kawasan Dharmasraya. Kondisi tersebut membuat aktivitas harian warga terganggu dan membutuhkan penanganan bersama.
Di luar ikhtiar spiritual, Pemkab Dharmasraya bersama Forkopimda telah memperkuat penanganan karhutla selama hampir dua bulan terakhir. Pembentukan satuan tugas (Satgas) menjadi salah satu langkah yang diambil.
Satgas menjalankan patroli, pemantauan kawasan rawan kebakaran, hingga pemadaman saat ditemukan titik api. Langkah itu berjalan bersamaan dengan upaya pemerintah daerah mengajak warga menjaga lingkungan dan saling membantu di tengah bencana.