SUMATERA BARAT — Sentuhan lembut pada bayi bukan sekadar menenangkan, tapi juga merangsang perkembangan motorik dan mempererat ikatan ibu-anak. Berikut manfaat pijat bayi serta panduan memijat yang aman dan nyaman, terutama di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan pijat bayi memberi stimulasi yang mendukung tumbuh kembang si kecil. Manfaatnya mencakup perkembangan motorik, kualitas tidur yang lebih baik, hingga kedekatan emosional antara ibu dan anak.
Pijat bayi paling bermanfaat pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Di fase ini, anak butuh nutrisi, stimulasi, dan pemantauan tumbuh kembang yang sesuai usianya.
Sentuhan lembut merangsang sistem saraf bayi yang sedang berkembang pesat. Rangsangan ini membantu koordinasi gerak tubuh si kecil.
Selain itu, pijat membantu bayi lebih rileks sehingga tidurnya lebih nyenyak. Momen ini juga jadi ajang interaksi hangat yang memperkuat ikatan emosional ibu dan anak.
Pilih waktu ketika bayi sedang tenang, terjaga, dan tidak lapar atau mengantuk. Hindari memijat bayi segera setelah menyusu agar tidak tersedak atau merasa tidak nyaman.
Suasana ruangan yang hangat dan tenang membuat bayi lebih mudah rileks selama dipijat. Matikan gangguan seperti suara keras atau layar yang menyala.
Mulai dengan sentuhan perlahan tanpa tekanan berlebihan. Sambil memijat, ajak si kecil berbicara atau lakukan kontak mata agar aktivitas ini terasa menyenangkan.
Perhatikan respons bayi sepanjang pijatan. Jika si kecil mulai menangis, terlihat kesakitan, atau menunjukkan tanda tidak nyaman, hentikan dan jangan memaksa.
Bagi ibu yang baru pertama kali mencoba, minta panduan bidan atau tenaga kesehatan terlatih. Cara ini memastikan teknik pijat sesuai usia dan kondisi bayi.
MY BABY melalui gerakan SATU HATI atau Sentuhan Lembut untuk Anak Sehat Indonesia menyediakan wadah edukasi kesehatan anak. Program ini menghadirkan informasi sekaligus mendampingi ibu merawat si kecil.
"Salah satunya melalui sentuhan kasih sayang yang memberikan kenyamanan," ujar Audrey Gandadjaja, Managing Director Brand Creative Content & Communication Cosmetics, Consumers & Health Care Tempo Scan Group, Rabu (29/10).
Pijat bayi sebaiknya melengkapi, bukan menggantikan, kebutuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan rutin. Kementerian Kesehatan menekankan pemantauan pertumbuhan balita di Posyandu untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan, termasuk stunting.
Lewat kunjungan rutin, ibu bisa memantau berat dan panjang atau tinggi badan anak. Konsultasikan ke tenaga kesehatan jika menemukan perubahan yang mengkhawatirkan.
Hentikan pijatan jika bayi menangis terus, kulitnya memerah, atau tubuhnya terasa panas. Bayi dengan kondisi medis tertentu sebaiknya dipijat hanya setelah mendapat izin dokter.
Konsultasi ke bidan atau dokter anak bila ibu ragu soal teknik, tekanan, atau kondisi kulit si kecil. Keselamatan dan kenyamanan bayi selalu jadi prioritas utama.
Sentuhan lembut, interaksi hangat, dan perhatian pada kenyamanan bayi bisa jadi bagian rutinitas harian. Lengkapi dengan nutrisi cukup dan pemantauan kesehatan agar stimulasi berjalan optimal.