Reaktivasi 81,7 Km Jalur Kereta Api di Sumatera Barat Resmi Dimulai, Anggaran Capai Rp11 Triliun

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:17:01 WIB
Pencanangan reaktivasi jalur kereta api sepanjang 81,7 km di Sumatera Barat resmi dimulai.

PADANG — Pencanangan reaktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat menandai dimulainya kembali pengoperasian rel yang selama ini tidak aktif. Total panjang jalur yang akan dihidupkan kembali mencapai 81,7 km, dengan kebutuhan anggaran yang tidak kecil, yakni Rp11 triliun.

Angka tersebut menjadikan proyek ini salah satu investasi transportasi terbesar di Sumatera Barat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menargetkan reaktivasi mampu mengubah pola pergerakan orang dan barang di wilayah itu.

Mengapa Jalur Kereta Api di Sumatera Barat Perlu Dihidupkan Lagi

Sumatera Barat memiliki sejarah panjang perkeretaapian yang kini sebagian besar tidak lagi beroperasi. Rel-rel peninggalan masa kolonial tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, namun kondisinya sudah tidak memadai untuk dilalui kereta modern.

Reaktivasi 81,7 km jalur menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi transportasi massal berbasis rel. Pemerintah menilai moda ini lebih efisien untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar sekaligus mengurangi beban jalan raya.

Dampak ke Mobilitas Warga dan Distribusi Barang

Konektivitas menjadi alasan utama di balik proyek ini. Selama ini pergerakan orang dan barang di Sumatera Barat banyak bergantung pada angkutan jalan, yang kerap terkendala kemacetan dan kondisi infrastruktur.

Dengan kereta api aktif kembali, distribusi komoditas antardaerah diperkirakan lebih cepat dan murah. Warga yang tinggal di sekitar jalur juga berpotensi memperoleh akses transportasi yang lebih terjangkau.

Pencanangan pada Selasa (27/10/2026) menjadi titik awal rangkaian pekerjaan. Pemerintah belum merinci tahapan konstruksi per segmen, namun panjang 81,7 km memberi gambaran besarnya cakupan yang harus ditangani.

Anggaran Rp11 Triliun dan Tantangan Pembiayaan

Nominal Rp11 triliun menempatkan reaktivasi ini sebagai proyek padat modal. Pembiayaan sebesar itu mencakup pekerjaan prasarana jalur, jembatan, serta fasilitas pendukung operasional kereta.

Besarnya anggaran membuat proyek bergantung pada kesiapan fiskal dan skema pendanaan yang dipilih pemerintah. Sampai berita ini ditulis, rincian sumber dana per tahun belum dipaparkan.

Reaktivasi jalur kereta di Sumatera Barat menjadi ujian bagi pemerintah dalam menjaga momentum pembangunan transportasi di luar Jawa. Keberhasilan proyek ini akan menentukan apakah kejayaan perkeretaapian Ranah Minang benar-benar bisa direalisasikan.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: goodstats.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top