6.800 Bangunan di Sumbar Berpotensi Ganggu Rel, Pemprov Siap Bantu Sosialisasi KAI

Penulis: Ridwan Azhari  •  Senin, 02 November 2026 | 13:16:02 WIB
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy menyatakan dukungan Pemprov untuk membantu sosialisasi KAI terkait penertiban bangunan di sekitar rel.

PADANG — Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyatakan dukungan pemerintah daerah diperlukan agar proses sosialisasi berjalan terkoordinasi. Menurutnya, masyarakat perlu memahami tujuan dan tahapan pengaktifan kembali jalur kereta api sebelum penertiban dilakukan.

“Prinsipnya, Pemprov Sumbar siap mendukung KAI dalam sosialisasi. Terkait teknis pelaksanaannya nanti akan kita komunikasikan lebih lanjut dengan pihak KAI,” tegas Vasko di Padang, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Vasko menanggapi permintaan Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin agar Forkopimda ikut membantu menyosialisasikan penertiban bangunan di sekitar rel.

Ruang Bebas 12 Meter Jadi Patokan Penertiban

Bobby menjelaskan, jalur kereta api membutuhkan ruang bebas masing-masing enam meter di sisi kanan dan kiri rel. Total lebar ruang bebas yang diperlukan mencapai 12 meter.

Dari identifikasi KAI, sekitar 6.800 bangunan berpotensi mengganggu pemenuhan ruang bebas tersebut. Angka itu menjadi dasar sosialisasi yang akan melibatkan pemerintah provinsi dan jajaran Forkopimda.

“Kami mohon bantuan Forkopimda untuk sama-sama melakukan sosialisasi agar tidak ada lagi bangunan-bangunan di sekitar rel kereta api,” ujar Bobby saat pencanangan reaktivasi jalur kereta api Sumbar di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (27/10/2026).

Medan Berbukit dan Ancaman Bencana Jadi Tantangan

Kondisi geografis Sumbar yang berbukit turut menjadi tantangan dalam reaktivasi jalur kereta api. Ancaman bencana alam menambah faktor yang harus diperhitungkan dalam perencanaan teknis di lapangan.

Vasko menilai komunikasi yang baik menjadi kunci agar rencana reaktivasi berjalan sesuai harapan. Pengembangan jalur kereta api di Sumbar diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Kayu Tanam–Padang Panjang Digarap Lebih Dulu

Reaktivasi direncanakan berlangsung bertahap. Tahap awal menyasar jalur Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 15,3 kilometer yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2027.

Pemprov Sumbar akan berkoordinasi lebih lanjut dengan KAI soal teknis pelaksanaan sosialisasi. Warga di sekitar jalur yang masuk tahap awal menjadi pihak pertama yang perlu mendapat penjelasan mengenai batas ruang bebas rel.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: valoranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top