Pencarian

Anthropic Claude Mythos Picu Alarm Bahaya Sektor Perbankan dan Geopolitik Global

Selasa, 05 Mei 2026 • 15:40:06 WIB
Anthropic Claude Mythos Picu Alarm Bahaya Sektor Perbankan dan Geopolitik Global
Model AI Claude Mythos dari Anthropic menimbulkan kekhawatiran di sektor perbankan global.

Anthropic merilis Claude Mythos Preview, model AI dengan kemampuan mendeteksi celah keamanan zero-day secara instan yang memicu kepanikan di Bank Sentral Eropa. Kehadirannya menciptakan ketegangan geopolitik baru karena aksesnya dibatasi hanya untuk segelintir raksasa teknologi Amerika Serikat.

Dunia keamanan siber sedang diguncang oleh kehadiran Claude Mythos Preview, model kecerdasan buatan (AI) terbaru dari Anthropic yang dirilis dalam kerangka Project Glasswing. Meski baru sebulan diperkenalkan, model ini telah memicu kekhawatiran massal di kalangan institusi finansial global. Kemampuannya dalam membedah kode perangkat lunak dianggap melampaui standar keamanan yang ada saat ini.

Kemampuan Deteksi Zero-Day yang Menakutkan

Apa yang membuat Mythos begitu ditakuti adalah kemampuannya memindai infrastruktur perangkat lunak dan menemukan kerentanan "zero-day" dalam hitungan detik. Celah keamanan ini adalah jenis bug yang bahkan belum diketahui oleh pengembangnya sendiri. Mythos tidak hanya menemukan lubang tersebut, tetapi juga mampu menghasilkan kode untuk mengeksploitasinya secara otomatis.

Pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu bagi tim ahli keamanan manusia, kini bisa diselesaikan Mythos hampir seketika. Hal inilah yang membuat industri perbankan dan energi, yang sangat bergantung pada infrastruktur kritis, merasa terancam. Jika teknologi ini jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa melumpuhkan sistem keuangan sebuah negara.

Eksklusivitas Project Glasswing dan Ketegangan Geopolitik

Anthropic saat ini menerapkan kontrol yang sangat ketat melalui Project Glasswing. Hanya segelintir "mitra terpilih" di Amerika Serikat yang diberikan akses untuk menguji Mythos. Daftar elit ini mencakup raksasa teknologi seperti Amazon, Apple, Microsoft, dan Alphabet, serta institusi finansial JP Morgan.

Pembatasan akses ini memicu kecemburuan dan ketegangan diplomatik, terutama di Eropa yang merasa ditinggalkan. Sementara itu, Inggris melalui AI Security Institute telah berhasil mengamankan akses lebih awal dibanding Uni Eropa. Kondisi ini menempatkan AI bukan sekadar alat produktivitas, melainkan aset geopolitik yang setara dengan senjata strategis.

Bank Sentral Eropa Pasang Kuda-kuda

Bank Sentral Eropa (ECB) merespons ancaman ini dengan memanggil para petinggi risiko dari bank-bank besar di Zona Euro, termasuk Santander, BBVA, dan CaixaBank. Mereka diminta segera menyusun rencana kontingensi jika Mythos atau teknologi serupa digunakan oleh kelompok kriminal siber. Fokus diskusi bukan lagi soal fluktuasi ekonomi, melainkan langkah penyelamatan jika terjadi pencurian data dan dana secara masif.

Beberapa media yang berafiliasi dengan Rusia bahkan menjuluki model AI ini sebagai sesuatu yang "lebih buruk daripada bom nuklir". Klaim ini muncul karena potensi kerusakan sistemik yang bisa ditimbulkan tanpa perlu melepaskan satu peluru pun. Kekhawatiran ini kian nyata setelah Anthropic mengonfirmasi adanya upaya akses tidak sah oleh pihak luar terhadap versi Mythos baru-baru ini.

Persaingan Senjata AI dengan OpenAI

Anthropic bukan satu-satunya pemain di arena ini. OpenAI dikabarkan telah memiliki GPT-5-5 Cyber, sebuah versi khusus yang juga dirancang dengan kemampuan keamanan siber tingkat tinggi. Kedua perusahaan ini kini berada dalam posisi dilematis: memegang kunci keamanan siber paling kuat di planet ini, namun juga menciptakan risiko eksistensial jika teknologi tersebut bocor.

Bagi negara berkembang, situasi ini menjadi sinyal merah bagi penguatan kedaulatan digital. Ketika kendali atas alat keamanan siber paling mutakhir hanya dipegang oleh satu atau dua perusahaan swasta AS, negara-negara dengan infrastruktur digital yang lebih rentan berada dalam posisi yang sangat rawan. Perlombaan senjata AI ini baru saja dimulai, dan taruhannya adalah seluruh sistem tabungan serta data warga dunia.

Bagikan
Sumber: xataka.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks