PADANG — Masalah banjir kronis dan keterbatasan akses jalan evakuasi menjadi sorotan utama dalam agenda reses masa sidang III tahun 2026 yang digelar pimpinan DPRD Kota Padang. Di wilayah Kecamatan Nanggalo, warga mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi drainase dan pembukaan jalur alternatif guna memecah kemacetan serta mempermudah evakuasi saat darurat.
Solusi Banjir dan Jalan Alternatif Heler
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengungkapkan bahwa Kelurahan Dadok Tunggul Hitam saat ini masuk dalam kategori daerah darurat banjir. Selain perbaikan saluran air, warga juga mengusulkan perbaikan Jalan Heler sebagai jalur alternatif yang menghubungkan wilayah tersebut langsung ke kawasan Aia Pacah Bypass.
“Jalur utama ke arah kantor pemerintahan saat ini sudah sangat krodit. Jika Jalan Heler diperbaiki dan jembatannya dibangun, ini akan menjadi akses vital bagi masyarakat, terutama untuk jalur evakuasi dan memecah kepadatan lalu lintas,” ujar Muharlion saat menjemput aspirasi warga, Senin (4/5/2026).
Selain infrastruktur jalan utama, Muharlion mencatat banyaknya jalan lingkungan yang belum tersentuh betonisasi. Ia memastikan sebagian usulan warga telah tertampung dalam APBD 2026 dan 2027. Bagi program yang belum masuk, pemerintah akan mengupayakan alokasi melalui mekanisme APBD Perubahan.
“Termasuk pemberdayaan wanita melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pembangunan gedung PAUD Integrasi yang selama ini belum memiliki fasilitas mandiri, itu semua menjadi catatan prioritas kami,” tambahnya.
Drainase Banda Gadang Mulai Dikerjakan Juni
Kondisi memprihatinkan juga ditemukan di Perumahan Banda Gadang Permai, Kelurahan Tabing Banda Gadang. Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, menyebutkan bahwa hujan dengan durasi hanya 30 menit sudah cukup untuk membuat air masuk ke rumah-rumah warga. Dampak banjir bandang beberapa waktu lalu dinilai masih menyisakan kerusakan infrastruktur yang belum tertangani sepenuhnya.
Merespons hal tersebut, Mastilizal langsung memboyong tim dari Dinas Perkim Kota Padang dan konsultan perencana ke lokasi untuk melakukan survei teknis.
“Besok konsultan bersama Perkim langsung bekerja melakukan survei lokasi dan membuat perencanaan. Insya Allah, jika tidak ada kendala, akhir Juni ini pengerjaan drainase di perumahan Banda Gadang Permai sudah bisa dimulai,” tegas Mastilizal.
Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga komunikasi yang baik dengan instansi terkait agar solusi teknis di lapangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan sosial.
Renovasi Rumah Tahfiz di Pasa Gadang
Bergeser ke wilayah Padang Selatan, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, meninjau langsung progres renovasi Rumah Tahfiz Masjid Raya Pasa Gadang. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari bantuan dana pokok-pokok pikiran (Pokir) yang telah disepakati bersama pengurus masjid sejak Ramadan lalu.
“Ini adalah bukti nyata sinergi antara program masyarakat dan dukungan legislatif. Pembangunan ini murni aspirasi pengurus Tahfiz dan Masjid Pasa Gadang yang kita kawal melalui dana Pokir agar generasi muda memiliki tempat belajar agama yang layak,” kata Osman Ayub saat memantau kegiatan gotong royong warga, Minggu (3/5/2026).
Osman menekankan bahwa fungsi reses bukan sekadar seremonial, melainkan instrumen untuk memastikan setiap sen anggaran daerah benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari infrastruktur fisik hingga penguatan sektor keagamaan di tingkat kelurahan.