PADANG PARIAMAN — Angka tersebut turun 0,64 poin dibanding tahun sebelumnya dan merosot 2,46 poin dalam lima tahun terakhir. Data ini bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025.
Apa Arti Angka IKK 87,51 bagi Warga?
IKK adalah indeks harga yang menggambarkan tingkat kemahalan konstruksi suatu daerah. Semakin tinggi angkanya, semakin mahal biaya membangun bangunan di sana. Sebaliknya, IKK rendah menandakan harga material dan upah pekerja di wilayah itu lebih terjangkau.
Dengan skor 87,51, harga konstruksi di Padang Pariaman hanya 0,875 kali lipat dari harga di Kota Surabaya yang ditetapkan BPS sebagai patokan nasional.
5 Kabupaten/Kota Termurah dan Termahal di Sumbar
Berikut daftar lima daerah dengan IKK terendah di Sumatera Barat pada 2025:
- Kabupaten Padang Pariaman: 87,51 poin
- Kota Payakumbuh: 89,35 poin
- Kabupaten Lima Puluh Kota: 89,8 poin
- Kabupaten Agam: 90,76 poin
- Kota Pariaman: 90,92 poin
Di sisi lain, biaya konstruksi paling mahal terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan IKK 117,65 poin. Disusul Kabupaten Dharmasraya (97,3 poin), Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung (94,68 poin), Kota Padang (94,41 poin), dan Kota Sawahlunto (94,3 poin).
Mengapa IKK Padang Pariaman Paling Rendah?
BPS tidak merinci faktor spesifik penyebab rendahnya IKK di Padang Pariaman. Namun secara umum, IKK dipengaruhi oleh harga bahan bangunan, upah tenaga kerja, dan biaya logistik di masing-masing daerah. Kedekatan geografis dengan pusat distribusi dan ketersediaan material lokal biasanya menekan angka indeks.
Kondisi ini bisa menjadi sinyal positif bagi warga atau investor yang berencana membangun infrastruktur di Padang Pariaman. Biaya konstruksi yang lebih murah dibanding daerah lain di Sumbar berpotensi menekan total anggaran proyek.