PADANG PANJANG — Suasana berbeda terlihat di SMP Negeri 2 Padang Panjang usai rangkaian lokakarya selama dua hari. Bukan sekadar pulang ke rumah, para guru dan komite sekolah justru melanjutkan agenda dengan bertualang ke sejumlah destinasi alam di Kabupaten Limapuluh Kota.
Rombongan yang dipimpin langsung Kepala Sekolah, Dwi Suryani Alfa, S.Pd, atau yang akrab disapa Buk Adek, menyusuri aliran Kapalo Banda. Di sana, mereka berakit-rakit dan mendaki bukit terjal yang menantang adrenalin sambil menikmati panorama khas Luak Limopuluah.
“Lokakarya dengan tema ‘Sipenda Bangkit Membangun Semangat Kolaborasi untuk Pendidikan yang Berkualitas’ berlangsung 7 sampai 9 Juli 2026. Kegiatan wisata ini dimaksudkan sebagai penyegaran, melepas lelah, sekaligus mempererat silaturahim,” ujar Buk Adek.
Menikmati Panorama dari Puncak Bukit Sarilamak
Setelah puas di Kapalo Banda, rombongan bergeser ke Kawasan Wisata Sarilamak (KWS). Di lokasi yang masih berada di Kecamatan Harau ini, para guru dan komite menikmati suasana taman yang asri.
Untuk mencapai puncak bukit panorama, rombongan punya dua pilihan: menaiki tangga seribu atau menggunakan kendaraan mobil Wira Wiri. Dari atas bukit, pemandangan alam terbentang luas dan disebut “aduha!” oleh para pengunjung.
Kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar SMPN 2 Padang Panjang saat acara perpisahan kelas IX di Pantai Corolina, Bungus, Padang pada tahun 2023. Namun, untuk tahun ini, pilihan jatuh pada destinasi alam di Limapuluh Kota yang dikenal dengan keindahan perbukitan dan aliran sungainya.
Wisata Alam sebagai Penutup Lokakarya
Lokakarya internal yang digelar di sekolah selama dua hari pertama dinilai sukses membahas strategi peningkatan mutu pendidikan. Hari ketiga pun diisi dengan kegiatan luar ruangan yang dinilai lebih efektif untuk membangun kebersamaan antarguru dan komite.
Puas menikmati keindahan alam, rombongan memutuskan kembali ke Padang Panjang menjelang sore hari. “Kami pulang dengan semangat baru setelah melepas penat bersama,” tambah salah satu guru yang ikut dalam rombongan.