Dalam pidato kuncinya, Fadly Amran memperkenalkan lima program prioritas yang dirancang untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kota Padang. Program-program tersebut menyasar sektor pendidikan, kesehatan, hingga tata kelola pemerintahan berbasis nilai lokal.
Salah satu yang paling menonjol adalah program Padang Juara. Program ini tidak hanya memberikan beasiswa bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, tetapi juga menyediakan seragam sekolah dan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
"Pada tahun ini, Pemerintah Kota Padang mengirimkan sekitar 60 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di berbagai universitas di Provinsi Guangdong dan Beijing, Tiongkok. Kami juga berencana mengirimkan mahasiswa untuk menempuh pendidikan di sejumlah universitas di Malaysia," ungkap Fadly Amran dalam pemaparannya.
Padang Melayani: 37.000 Warga Jadi Target BPJS Ketenagakerjaan
Di bidang kesehatan, pemerintah kota menghadirkan program Padang Melayani. Cakupannya meliputi layanan BPJS Kesehatan Gratis, program Dokter Warga, serta BPJS Ketenagakerjaan yang ditargetkan menjangkau 37.000 penerima manfaat dalam empat tahun mendatang.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Padang untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi warganya, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat kota.
Smart Surau dan Dubalang Kota, Sentuhan Budaya Minang
Dua program unggulan lainnya mengusung kearifan lokal Minangkabau. Program Smart Surau difokuskan pada pendidikan generasi muda berbasis masjid. Sementara itu, program Dubalang Kota bertujuan menghidupkan kembali model kepemimpinan kolaboratif melalui sinergi antara pemerintah, ulama, ninik mamak, dan kaum intelektual.
Menurut Fadly, pendekatan ini penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan modal sosial dan budaya.
Konferensi Jadi Ajang Kolaborasi Riset Asia Tenggara
Mewakili Ketua Panitia ICSSD-SEA 2026, Andri Rusta menyampaikan bahwa konferensi tahun ini menghadirkan para peneliti dari Indonesia, Malaysia, Australia, Thailand, dan Laos. Mereka mewakili universitas dan institusi masing-masing.
Ia berharap, konferensi ini tidak hanya menjadi wadah untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, serta memperkuat jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara maupun berbagai belahan dunia lainnya.
Kehadiran Wali Kota Padang sebagai keynote speaker menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjembatani kebijakan publik dengan riset akademik, terutama dalam isu-isu sosial dan keberlanjutan yang menjadi tantangan bersama di kawasan ini.