Pencarian

Kementerian UMKM Siapkan 190 Pelaku UMKM Terdampak Bencana Sumbar Ikut Business Matching November 2026

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:01:01 WIB
Kementerian UMKM Siapkan 190 Pelaku UMKM Terdampak Bencana Sumbar Ikut Business Matching November 2026
Pelaku UMKM terdampak bencana Sumbar mengikuti pembekalan Pra-Business Matching di Parik Malintang, Padang Pariaman.

Kementerian UMKM RI menyiapkan 190 pelaku UMKM di Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025 untuk mengikuti Business Matching pada 4-5 November 2026. Pembekalan tahap awal digelar di Parik Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, dengan peserta dari Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pasaman, dan Pasaman Barat. Program ini menyasar pemulihan usaha lewat perluasan akses pasar ke BUMN, asosiasi, dan calon pembeli potensial.

PADANG PARIAMAN — Sebanyak 190 pelaku UMKM terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025 mengikuti Pra-Business Matching dan Pembekalan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatera Barat. Kegiatan yang digelar Kementerian UMKM RI di Parik Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, ini jadi tahap awal sebelum peserta dipertemukan dengan calon pembeli dan mitra usaha besar.

Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Astri Harny Tresnasari menyebut program ini dirancang agar pelaku usaha tidak berhenti pada pemulihan, tetapi juga mampu naik kelas.

"Kami berharap melalui program ini UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga mampu memperluas jaringan usaha, meningkatkan omzet, dan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan," kata Astri di Parik Malintang, Selasa.

Siapa Saja Peserta Pembekalan UMKM Sumbar

Dari 190 peserta, 85 pelaku UMKM berasal dari Padang Pariaman dan 15 dari Kota Pariaman yang hadir langsung di lokasi kegiatan. Sisanya, 90 peserta dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, mengikuti pembekalan secara daring.

Komposisi ini menunjukkan jangkauan program tidak terbatas pada kabupaten tuan rumah. Dua kabupaten di bagian utara Sumbar yang juga terdampak bencana tetap difasilitasi meski tidak mengirim peserta secara fisik.

Jadwal Business Matching dan Tahap Kurasi Peserta

Setelah pembekalan, rangkaian kegiatan berlanjut ke Business Matching yang dijadwalkan pada 4-5 November 2026. Pada tahap itu, pelaku UMKM akan dipertemukan langsung dengan calon pembeli, mitra usaha, BUMN, asosiasi, dan pelaku usaha potensial lainnya.

Sebelum masuk tahap tersebut, Kementerian UMKM akan melakukan identifikasi dan kurasi terhadap UMKM yang dinilai siap. Beberapa aspek yang dipertimbangkan mencakup potensi produk, kapasitas produksi, kualitas dan konsistensi, kesiapan legalitas, kemampuan memenuhi kebutuhan pasar, serta komitmen menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk.

Artinya, tidak semua peserta otomatis lolos ke Business Matching. Kurasi berfungsi menyaring pelaku usaha yang benar-benar siap bertemu mitra besar, sehingga peluang kerja sama tidak berhenti di seremoni.

Percepatan Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan pemulihan ekonomi masyarakat. Program merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2025 tentang Percepatan Penanganan Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Bencana tidak hanya merusak sarana dan prasarana usaha, tetapi juga mengganggu produksi, rantai pasok, distribusi, akses pasar, hingga hubungan usaha dengan konsumen. Karena itu, pemulihan UMKM harus diarahkan agar pelaku usaha mampu bangkit, berkembang, memperluas pasar, dan naik kelas," kata John.

Ia menilai pembekalan ini jadi tahapan penting sebelum pelaku UMKM dipertemukan dengan pelaku usaha besar, BUMN, asosiasi, maupun calon offtaker yang berpotensi menjadi mitra bisnis.

Produk Unggulan Padang Pariaman Jadi Modal Motivasi

John mendorong peserta meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, dan membangun kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Ia juga menyebut dua produk unggulan daerah, Sulam Kapalo Samek dan Kampia Siriah, berhasil meraih penghargaan pada ajang KriyaNusa 2026 di Jakarta.

"Prestasi itu membuktikan bahwa produk UMKM Padang Pariaman mampu bersaing di tingkat nasional. Saya berharap ini menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku usaha bahwa produk lokal kita memiliki peluang besar untuk tampil dan dikenal lebih luas," katanya.

Pemerintah, lanjut John, akan terus hadir sebagai fasilitator. Namun keberhasilan pengembangan usaha tetap ditentukan oleh kesungguhan pelaku UMKM memanfaatkan peluang yang tersedia.

Bagi 190 peserta, hasil kurasi dan kesiapan dokumen legalitas akan menentukan siapa yang melaju ke Business Matching November 2026. Tahap itu menjadi ujian sesungguhnya apakah produk UMKM terdampak bencana mampu menembus jaringan pembeli besar.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks