Pencarian

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar Apresiasi Literasi Digital Pelajar di Solok, 130 Siswa SMKN 2 Gunung Talang Ikut Pelatihan

Selasa, 13 Oktober 2026 • 20:46:01 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar Apresiasi Literasi Digital Pelajar di Solok, 130 Siswa SMKN 2 Gunung Talang Ikut Pelatihan
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar menghadiri pelatihan literasi digital di SMKN 2 Gunung Talang, Solok.

SOLOK — Kegiatan Digital Safety Champions: Membangun Literasi Online Trust and Safety di Kalangan Pelajar di Indonesia berlangsung di SMK Negeri 2 Gunung Talang, Selasa (13/10/2026). Program ini digagas Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Sumatera Barat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Internet Society Indonesia Jakarta Chapter, IDAcademy, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), serta Universitas Esa Unggul.

Kolaborasi lintas lembaga itu menunjukkan bahwa persoalan keamanan digital tidak bisa ditangani satu pihak saja. Pemerintah, komunitas, sekolah, akademisi, dan masyarakat perlu bergerak bersama membangun ruang digital yang aman dan sehat.

Literasi Digital Dinilai Setara Penting dengan Infrastruktur Fisik

Nurfirmanwansyah menegaskan kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan jalan, jembatan, atau gedung. Kualitas sumber daya manusia harus jadi perhatian utama, terutama ketika teknologi digital kian memengaruhi kehidupan sehari-hari warga.

"Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu membangun infrastruktur fisik, tetapi juga bangsa yang mampu membangun kualitas manusianya," ujar Nurfirmanwansyah dalam sambutannya.

Menurutnya, teknologi membuka peluang besar bagi masyarakat untuk menimba ilmu, merintis usaha, mengembangkan kreativitas, hingga memperkenalkan potensi daerah ke kancah luas. Namun peluang itu datang bersama ancaman yang nyata.

Ancaman Cyberbullying hingga Hoaks Jadi Perhatian Bersama

Perundungan siber, penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, penyebaran hoaks, dan manipulasi informasi disebut sebagai risiko yang tidak bisa diabaikan. Perkembangan kecerdasan buatan membuat produksi dan penyebaran konten digital semakin mudah, sehingga masyarakat berisiko menjadi korban informasi palsu.

Karena itu, Nurfirmanwansyah memandang pendidikan literasi digital sebagai investasi untuk menyiapkan generasi penerus. Ia mengaitkannya dengan target besar bangsa pada 2045.

"Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita-cita yang kita ucapkan. Indonesia Emas 2045 adalah tanggung jawab yang harus kita persiapkan bersama," katanya.

Pengguna Media Sosial Tembus 200 Juta, Keamanan Akun Jadi Sorotan

Ketua RTIK Sumatera Barat, Yendi Putra, menekankan percepatan literasi digital di ranah Minang merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh terus ditunda. Penggunaan media sosial yang meluas harus diimbangi kesadaran soal keamanan akun, perlindungan data pribadi, dan kemampuan memeriksa kebenaran informasi.

Yendi menyoroti besarnya penggunaan media sosial di Indonesia. Mengacu pada angka yang disebutkannya dalam kegiatan tersebut, jumlah pengguna media sosial telah melampaui 200 juta. Angka itu, menurutnya, perlu dibaca cermat karena satu orang bisa memiliki lebih dari satu akun.

Di tengah teknologi berbasis AI, persoalan keamanan digital semakin kompleks. Konten manipulatif, penipuan berkedok identitas palsu, dan informasi yang tampak meyakinkan tetapi belum tentu benar menuntut kewaspadaan lebih tinggi dari masyarakat.

Pelajar Didorong Jadi Agen Perubahan di Sekolah dan Keluarga

Yendi menegaskan literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat atau mengakses internet. Literasi digital menyangkut kemampuan berpikir kritis, menjaga etika, memahami risiko, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, RTIK Sumbar berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang ikut menyebarkan pemahaman tentang keamanan digital di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Keseriusan acara ini terlihat dari kehadiran Supri Ardi, pegiat media sosial berbasis kecerdasan buatan, serta Rahmad Saputra, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Kehadiran praktisi media sosial dan akademisi diharapkan memperkaya perspektif peserta mengenai pemanfaatan teknologi yang aman dan bertanggung jawab.

Follow sumbar360.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: scientia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks