AGAM — Ratusan warga memadati jalan-jalan di Nagari Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, pada Sabtu (30/5) untuk menyaksikan arak-arakan santri yang mengikuti pawai taaruf. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian Alek Nagari yang digelar sebagai bentuk syukur dan penghargaan bagi 157 santri yang berhasil menuntaskan khatam Al-Qur’an.
Sekda Agam, Dr. Mhd Lutfi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pawai taaruf ini memiliki makna lebih dari sekadar acara seremonial. “Ini adalah sarana syiar Islam sekaligus ungkapan rasa syukur atas capaian anak-anak dalam menyelesaikan khatam Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menyebut momen tersebut sebagai hari kebahagiaan dan keberkahan, karena para santri telah menuntaskan salah satu tahap penting dalam pembelajaran agama. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para santri, bimbingan guru mengaji, serta doa dan dukungan orang tua yang tak pernah putus.
Dalam kesempatan itu, Sekda Agam berpesan agar para santri tidak menjadikan khatam sebagai akhir perjalanan. Ia mendorong mereka untuk terus mendalami, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini adalah awal untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan mengamalkannya di tengah masyarakat,” pesannya.
Wali Nagari Padang Lua, Jufri, menjelaskan bahwa kegiatan Khatam Al-Qur’an dengan konsep Alek Nagari merupakan program rutin yang telah menjadi tradisi di wilayah tersebut. “Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali,” katanya.
Ia menambahkan, tradisi ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga bentuk penghargaan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan di MDTA. Saat ini, terdapat sekitar 460 santri MDTA di Nagari Padang Lua, dan sebanyak 157 santri ikut serta dalam prosesi khatam tahun ini.
Jufri berharap kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan sebagai motivasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.