Pencarian

Populasi Kerbau di Dharmasraya Anjlok 50 Persen dalam 10 Tahun, Pemkab Andalkan Inseminasi Buatan Cegah Kepunahan

Kamis, 25 Juni 2026 • 13:00:01 WIB
Populasi Kerbau di Dharmasraya Anjlok 50 Persen dalam 10 Tahun, Pemkab Andalkan Inseminasi Buatan Cegah Kepunahan
Populasi kerbau di Nagari Abai Siat, Dharmasraya, menurun dari 200 ekor menjadi 100 ekor dalam 10 tahun terakhir.

PULAU PUNJUNG — Populasi kerbau di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengalami penurunan signifikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar, di mana jumlah ternak menyusut dari 200 ekor pada 2015 menjadi hanya sekitar 100 ekor saat ini.

Angka Populasi Anjlok, Peternak Khawatir Prediksi Kepunahan Nasional

Seok Harery, peternak kerbau di Nagari Abai Siat, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, jika tren ini terus berlanjut, prediksi bahwa populasi kerbau nasional akan punah pada 2031 bukanlah skenario yang mustahil.

"Khusus di wilayah saya kerbau terus berkurang, dibandingkan tahun 2015-an populasinya masih mencapai 200 ekor, saat ini tinggal sekitar 100 ekor. Artinya sepuluh tahun terakhir setengahnya sudah lenyap," ujar Seok Harery.

Penyebab Utama: Alih Fungsi Lahan hingga Minimnya Minat Peternak

Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab menurunnya populasi kerbau di Dharmasraya. Alih fungsi lahan penggembalaan menjadi area pemukiman dan perkebunan disebut sebagai pemicu utama. Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Lasmiati, membenarkan bahwa berkurangnya padang gembala memaksa peternak mengandangkan ternak mereka di kandang berkapasitas kecil.

Selain itu, perubahan teknologi turut berperan. Dahulu, kerbau digunakan sebagai hewan pembajak sawah, kini fungsinya telah digantikan oleh traktor. Faktor lain yang tak kalah penting adalah pemotongan kerbau betina produktif dan rendahnya minat generasi muda untuk beternak kerbau.

Peternak Mengaku Terabaikan, Program IB Jadi Harapan Baru

Di tengah penurunan populasi, para peternak mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah. Seok Harery mengaku bahwa selama ini peternak kerbau jarang mendapatkan program bantuan atau bahkan sekadar kunjungan dari dinas terkait.

"Yang ingin saya katakan, bahwa kami peternak kerbau masih ada di Dharmasraya, berikan jugalah kami perhatian. Ini kan tidak, selalu kami yang menjemput," keluhnya.

Menanggapi kondisi ini, Pemkab Dharmasraya melalui Dinas Pertanian berencana mengusulkan program inseminasi buatan (IB) khusus untuk ternak kerbau ke Kementerian Pertanian. Selama ini, program IB hanya difokuskan pada ternak sapi.

"Jangka panjang yang dapat dilakukan untuk menjaga kepunahan yakni melalui inseminasi buatan, dan ini memang perlu dukungan dari peternak juga," kata Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Lasmiati, di Pulau Punjung, Rabu.

Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah daerah melalui UPT Pusat Kesehatan Hewan terus melakukan pemantauan kesehatan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) secara berkala untuk menekan angka kematian ternak kerbau.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks