Pembiayaan Perbankan Syariah di Sumbar Tembus Rp12,71 Triliun per Maret 2026, Tumbuh 14,68 Persen

Penulis: Fadhli Usman  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:32:31 WIB
Pembiayaan perbankan syariah di Sumatera Barat mencapai Rp12,71 triliun per Maret 2026, tumbuh 14,68 persen.

PADANG — Kinerja perbankan syariah di Sumatera Barat mencatatkan pertumbuhan signifikan pada triwulan pertama 2026. OJK Provinsi Sumatera Barat melaporkan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp12,71 triliun per Maret 2026, atau meningkat 14,68 persen dibandingkan Maret 2025.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menyatakan capaian ini mencerminkan peran perbankan syariah yang semakin strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan dunia usaha di daerah.

“Perbankan syariah di Sumatera Barat terus menunjukkan kinerja yang baik. Pertumbuhan pembiayaan mencapai 14,68 persen secara tahunan, yang menunjukkan sektor ini tetap memiliki kontribusi penting dalam mendukung perekonomian daerah,” kata Roni dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).

Aset Tembus Rp14,84 Triliun, DPK Tumbuh Tipis

Selain pembiayaan, aset perbankan syariah di Sumbar juga mengalami peningkatan. Hingga Maret 2026, total aset tercatat sebesar Rp14,84 triliun, tumbuh 13,30 persen secara tahunan.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp11,27 triliun. Angka ini meningkat 3,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menandakan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah masih terjaga.

NPF Terkendali di Level 1,75 Persen

Dari sisi kualitas pembiayaan, OJK mencatat rasio Non-Performing Financing (NPF) berada pada level 1,75 persen. Meskipun sedikit meningkat dari posisi Maret 2025 yang sebesar 1,49 persen, angka tersebut masih dalam kategori sehat dan terkendali.

Roni menjelaskan, sektor jasa keuangan secara umum di Sumatera Barat tetap tumbuh solid dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,02 persen secara tahunan.

Fakta Singkat Kinerja Perbankan Syariah Sumbar

  • Total pembiayaan: Rp12,71 triliun (tumbuh 14,68% yoy)
  • Total aset: Rp14,84 triliun (tumbuh 13,30% yoy)
  • Dana Pihak Ketiga: Rp11,27 triliun (tumbuh 3,04% yoy)
  • Rasio NPF: 1,75% (masih dalam kategori sehat)

Industri Perbankan Konvensional Juga Tumbuh

Secara keseluruhan, industri perbankan di Sumatera Barat mencatat total aset sebesar Rp86,74 triliun, tumbuh 3,77 persen dibandingkan Maret 2025. Penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp75,50 triliun atau meningkat 2,98 persen, sedangkan DPK tumbuh 9,24 persen menjadi Rp62,92 triliun.

Menurut Roni, stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan global dan nasional.

“Kami akan terus mendorong penguatan sektor jasa keuangan agar mampu mendukung pembiayaan produktif, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top