PADANG — Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Sumatera Barat menggelar pernyataan sikap di kawasan Universitas Negeri Padang, menolak keras pernyataan Abu Janda yang dinilai menghina martabat masyarakat Minangkabau. Mereka menuntut permintaan maaf secara terbuka dan meminta aparat penegak hukum menindak tegas ujaran kebencian yang disebarkan melalui akun media sosial pribadi tersebut.
Isi Pernyataan yang Menuai Kecaman
Dalam sebuah unggahan di platform X, Abu Janda menyebut Sumatera Barat sebagai “barbar” dalam konteks perdebatan terkait isu nasional. Unggahan itu dengan cepat menyebar luas dan menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat, terutama dari kalangan mahasiswa dan tokoh adat di Sumatera Barat.
Koordinator Aliansi BEM Sumbar, Rizki Pratama, menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak hanya melukai perasaan masyarakat Minangkabau, tetapi juga mencoreng nama baik daerah yang dikenal dengan falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.
Tuntutan Mahasiswa: Minta Maaf dan Diproses Hukum
Dalam aksi yang digelar di kampus Universitas Negeri Padang, para mahasiswa membawa spanduk bertuliskan “Abu Janda Minta Maaf” dan “Stop Ujaran Kebencian”. Mereka mendesak Abu Janda untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara resmi dan terbuka kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat.
“Kami tidak akan tinggal diam. Pernyataan seperti ini adalah bentuk penghinaan terhadap budaya dan identitas kami. Jika tidak ada permintaan maaf, kami akan mendorong laporan pidana ke polisi,” tegas Rizki dalam orasinya.
Aliansi BEM Sumbar juga meminta Kepolisian Daerah Sumatera Barat untuk mengusut dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait ujaran kebencian yang disebarkan Abu Janda.
Reaksi Tokoh dan Masyarakat
Pernyataan Abu Janda juga mendapat respons dari sejumlah tokoh adat dan akademisi di Sumatera Barat. Guru besar antropologi dari Universitas Andalas menyebut bahwa label “barbar” tidak berdasar dan menunjukkan ketidaktahuan tentang sejarah serta budaya Minangkabau yang kaya akan nilai-nilai musyawarah dan demokrasi.
Di media sosial, tagar #AbuJandaMintaMaaf dan #SumbarTidakBarbar sempat menjadi trending topic di X, menunjukkan solidaritas luas dari warganet Indonesia yang mengecam pernyataan tersebut.
Langkah Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, Abu Janda belum memberikan tanggapan resmi atas kecaman yang dilayangkan Aliansi BEM Sumbar. Para mahasiswa berencana menggelar aksi lanjutan jika dalam waktu 3x24 jam tidak ada permintaan maaf dari pegiat media sosial yang kerap terlibat kontroversi ini.
Aliansi BEM Sumbar juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga persatuan, sembari menempuh jalur hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.