SUMATERA BARAT — Laga pembuka Grup A ini menjadi krusial bagi kedua tim. Setiap poin sangat berharga mengingat hanya dua posisi teratas yang mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar. Bagi Korea Selatan, turnamen ini menandai penampilan ke-12 mereka di putaran final, sekaligus partisipasi ke-11 secara beruntun sejak 1986—rekor yang menegaskan status mereka sebagai kekuatan paling konsisten di Asia.
Meski konsisten tampil, perjalanan Taegeuk Warriors di Piala Dunia tidak selalu mulus. Dari 38 pertandingan yang telah dimainkan sejak debut pada 1986, mereka baru mengoleksi tujuh kemenangan. Pencapaian terbaik tetap finis di posisi keempat pada edisi 2002 saat menjadi tuan rumah bersama.
Menariknya, pelatih saat ini, Hong Myung-bo, adalah kapten tim dalam perjalanan bersejarah tersebut. Kini, ia kembali memimpin negaranya di panggung terbesar sepak bola dunia dengan misi mengulang kejayaan 24 tahun lalu.
Di sisi lain, Republik Ceko datang dengan modal spesifik: keunggulan dalam situasi bola mati. Tim asuhan pelatih mereka dikenal memiliki variasi eksekusi tendangan bebas dan sepak pojok yang merepotkan. Hal ini bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan Korea Selatan yang kerap lengah dalam situasi set piece.
Konsistensi Korea Selatan dalam membangun serangan dari lini tengah akan diuji oleh disiplin pertahanan Ceko. Pertandingan ini tidak hanya soal siapa yang lebih dominan, tetapi siapa yang mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun—baik dari skema permainan terbuka maupun bola mati.
Laga Korea Selatan vs Republik Ceko akan digelar di Guadalajara pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat. Hasil pertandingan ini akan sangat menentukan peta persaingan di Grup A sebelum kedua tim menghadapi lawan berikutnya. Bagi Korea Selatan, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa konsistensi mereka di Asia bisa berbuah manis di panggung dunia.