PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus menggencarkan penguatan sistem peringatan dini dan kapasitas aparatur menghadapi ancaman bencana. Hal ini disampaikan Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi saat mewakili Gubernur dalam paparan eksekutif Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa Sesko TNI di Auditorium Gubernuran, Kamis (11/6/2026).
Medi Iswandi mengingatkan bahwa gempa besar tahun 2009 menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak. “Sumatera Barat dapat dikatakan sebagai laboratorium nyata kebencanaan karena memiliki 13 jenis potensi bencana,” ujarnya.
Megathrust Mentawai dan Ancaman Tsunami
Menurut Medi, Sumbar berada di kawasan aktif secara tektonik dengan zona subduksi megathrust Mentawai di sebelah barat. Zona ini berpotensi memicu gempa bumi besar dan tsunami. Selain itu, daerah ini juga menghadapi risiko longsor, banjir, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Dampak bencana, kata Medi, tidak hanya ditentukan oleh besarnya ancaman alam. Tingkat kesiapan sistem, kekuatan kelembagaan, dan kesadaran masyarakat terhadap risiko juga menjadi faktor penentu. “Pertanyaan yang harus terus dijawab bersama bukan lagi apakah bencana akan terjadi, melainkan apakah seluruh pihak telah siap ketika bencana datang,” tegasnya.
Langkah Konkret dan Tantangan di Lapangan
Pemprov Sumbar telah menyusun sejumlah langkah konkret. Di antaranya penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas aparatur dan relawan, pengembangan nagari tangguh bencana, penyusunan rencana kontingensi tsunami, serta integrasi mitigasi bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Meski demikian, Medi mengakui masih ada sejumlah tantangan. Keterbatasan infrastruktur evakuasi, penguatan literasi kebencanaan masyarakat, dan peningkatan koordinasi antar lembaga menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama. “Masih banyak tantangan yang perlu menjadi perhatian kita bersama, terutama pada aspek penguatan infrastruktur dan literasi masyarakat,” katanya.
Peran TNI dalam Membangun Budaya Siaga
Medi Iswandi menekankan pentingnya peran TNI dalam mendukung kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya penting pada saat tanggap darurat, tetapi juga dalam membangun budaya siaga melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan di tengah masyarakat. Kegiatan KKDN Sesko TNI dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat konektivitas antara kebijakan nasional dan implementasinya di daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI Arif Widianto, unsur Forkopimda Provinsi Sumbar, serta para Perwira Siswa Dikreg Level V Sesko TNI Tahun Ajaran 2026.