Guru di Sumatera Barat Wajib Deteksi Dini Depresi Siswa, Anggota DPRD Soroti Kesehatan Mental Remaja

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 11:43:31 WIB
Anggota DPRD Sumatera Barat dorong guru deteksi dini depresi siswa melalui pelatihan khusus.

BUKITTINGGI — Anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumatera Barat, Yesi Endriani, menilai guru harus dibekali kemampuan khusus untuk mengenali tanda-tanda depresi dan perubahan perilaku siswa di sekolah. Ia menekankan bahwa fungsi guru tidak lagi terbatas pada transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga sebagai pendamping psikologis pertama bagi peserta didik.

“Guru bukan hanya jadi pengajar, tetapi juga sosok yang mampu mengenali perubahan dan menjadi tempat pertama bagi siswa untuk merasa didengar,” ujar Yesi saat membuka Bimtek yang digelar di Bukittinggi, Kamis (11/6/2026).

Mengapa Guru Harus Melek Kesehatan Mental?

Menurut Yesi, lingkungan sekolah adalah ruang kedua setelah keluarga tempat siswa menghabiskan sebagian besar waktunya. Kedekatan ini membuat guru lebih mungkin melihat perubahan halus dalam sikap atau emosi anak didik yang kerap terlewatkan oleh orang tua.

Ia menambahkan, dengan bekal pengetahuan tentang deteksi dini depresi dan permasalahan psikologis, para guru dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat dan penuh empati. “Kesehatan mental remaja adalah isu yang perlu perhatian serius dari seluruh pihak,” tegasnya.

Bimtek Perkuat Kepedulian terhadap Psikologis Remaja

Kegiatan Bimtek Guru Wali Kelas Angkatan II ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap kesehatan mental remaja di Sumatera Barat. Yesi menyebut, peran guru dalam mendeteksi dan mendampingi persoalan kesehatan mental siswa tidak bisa berjalan sendiri.

Ia mendorong kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. “Upaya ini tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan setiap wali kelas mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kestabilan emosi dan mental siswa. Yesi menekankan, deteksi dini adalah kunci untuk mencegah masalah psikologis yang lebih berat di kemudian hari.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: valoranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top