Gubernur Mahyeldi Pimpin Aksi Subuh Bersama LKAAM dan Forkopimda, 1.000 Lebih Tokoh Adat dan Masyarakat Deklarasi Ketahanan Sosial di Padang

Penulis: Ridwan Azhari  •  Senin, 22 Juni 2026 | 13:53:31 WIB
Gubernur Mahyeldi memimpin aksi Subuh bersama LKAAM dan Forkopimda di Padang.

PADANG — Ribuan peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, aparat keamanan, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan organisasi kemasyarakatan memadati kawasan Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi, Minggu pagi. Usai salat Subuh berjamaah, mereka berjalan kaki menuju Markas Kepolisian Daerah Sumbar dalam sebuah aksi damai yang menjadi puncak rangkaian kegiatan deklarasi ketahanan sosial.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Hadapi Tantangan Sosial

Gubernur Mahyeldi menilai semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi seluruh elemen masyarakat Minangkabau. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga adat merupakan modal besar dalam menjaga nilai-nilai agama, adat, dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Sumbar.

“Alhamdulillah, kita melihat semangat kebersamaan yang sangat kuat dalam kegiatan ini. Pemerintah, aparat keamanan, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta masyarakat hadir dengan tujuan yang sama, yakni menjaga masa depan generasi kita dan memperkuat ketahanan sosial di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi di Padang.

Falsafah ABS-SBK Jadi Pedoman Hidup Bermasyarakat

Mahyeldi menekankan bahwa falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengapresiasi peran LKAAM Sumbar yang konsisten mengawal nilai-nilai adat Minangkabau di tengah derasnya arus perubahan zaman.

“Kita memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai-nilai itu harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kebersamaan seluruh unsur masyarakat, Insyaallah berbagai tantangan yang dihadapi dapat kita atasi bersama,” katanya.

Penandatanganan Spanduk Komitmen Bersama

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan spanduk oleh seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama. Spanduk tersebut menjadi deklarasi publik untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat dan menjaga identitas budaya Minangkabau.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Kapolda Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Wali Kota Padang, serta Wakil Wali Kota Padang. Turut hadir pula pimpinan instansi vertikal dan puluhan organisasi kemasyarakatan.

Apa Langkah Selanjutnya?

Mahyeldi berharap semangat kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada satu kegiatan seremonial. Ia mendorong agar gerakan bersama ini terus dipelihara dan menjadi budaya dalam memperkuat persatuan masyarakat serta mendukung terwujudnya Sumatera Barat yang madani, unggul, dan berkeadaban.

Deklarasi ini menjadi pengingat bahwa ketahanan sosial tidak bisa dijaga oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan—dari pemerintah hingga tokoh adat di tingkat nagari. (adpsb/bud)

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: bentengsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top