SOLOK — Sebanyak 30 bibit pohon yang terdiri dari 15 bibit mahoni dan 15 bibit petai disiapkan dalam kegiatan ini. Tiga belas bibit diserahkan secara simbolis kepada perwakilan masing-masing kelurahan untuk ditanam di titik-titik rawan banjir, sementara sisanya dibagikan langsung ke masyarakat umum untuk ditanam di lingkungan rumah.
Bibit Ditanam di Kawasan Rawan Banjir Perkotaan
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menegaskan bahwa gerakan penghijauan ini merupakan bentuk komitmen kolektif aparatur pemerintah bersama TNI/Polri dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem kota. "Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini kami jadikan momentum bersama Polres Solok Kota untuk mendistribusikan bibit pohon ke 13 kelurahan," ujarnya.
Pohon-pohon tersebut rencananya akan ditanam di kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir di Kota Solok. Ramadhani berharap upaya kolaboratif ini memberikan manfaat nyata dalam jangka panjang bagi kelestarian lingkungan dan kenyamanan hidup warga.
Perawatan Pasca-Tanam Jadi Kunci Keberhasilan
Sekretaris Dinas PerkimLH Kota Solok, Novri Aprilizen, mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan ini tidak berhenti pada penanaman. Ia menekankan pentingnya kepedulian aktif masyarakat untuk merawat pohon yang sudah ditanam.
"Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan investasi kehidupan untuk masa depan," kata Novri. Ia menambahkan bahwa melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat pohon-pohon ini, Kota Solok bisa menjadi lebih hijau, sehat, dan asri bagi generasi mendatang.
Kegiatan yang digelar di Taman Kota Syech Kukut ini juga dihadiri Duta Narkoba serta para lurah se-Kota Solok. Aksi lingkungan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional yang difokuskan pada penghijauan dan mitigasi bencana di kawasan rawan banjir perkotaan.