PAYAKUMBUH — Kekosongan kepemimpinan di tubuh PWI Payakumbuh/Lima Puluh Kota mulai menimbulkan kegaduhan organisasi. Yusrizal, yang pernah memimpin organisasi wartawan tertua di Indonesia itu di tingkat kabupaten/kota, meminta PWI Sumbar tidak menunda penunjukan Plt.
Menurut Yusrizal, secara de facto kepengurusan lama sudah tidak lagi memiliki kewenangan menjalankan roda organisasi. Namun, secara yuridis, ia mengaku tidak mendapat penjelasan soal ada tidaknya perpanjangan masa jabatan dari ketua terpilih saat ini.
Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar 2 Oktober 2025 lalu sejatinya telah menetapkan ketua baru. Sejak saat itu, ketua terpilih langsung mengambil alih organisasi. Namun, Yusrizal mempertanyakan status kepengurusan saat ini karena tidak ada rapat atau pemberitahuan resmi soal perpanjangan masa bakti.
“Bila berpedoman pada pelaksanaan Konfercab Oktober 2025, maka sejak Oktober 2025 sampai saat ini secara de facto kepengurusan sudah berakhir dan terjadi kekosongan,” ujar Yusrizal dalam pernyataan yang diterima redaksi, Selasa.
Yusrizal menyampaikan dua hal krusial yang harus segera diputuskan oleh PWI Provinsi Sumatera Barat. Pertama, soal status administrasi PWI Payakumbuh/Lima Puluh Kota apakah tetap disatukan atau dipisah menjadi dua cabang. Kedua, penunjukan Plt ketua untuk mengisi kekosongan sementara.
“PWI memiliki AD/ART yang wajib dipatuhi. Saya minta PWI Provinsi memberikan arahan terhadap forum apakah pemisahan administrasi atau tetap disatukan. Ini perlu perhatian serius,” tegasnya.
Setelah Plt ditunjuk, Yusrizal berharap langkah berikutnya adalah pembentukan panitia Musyawarah Daerah (Musda). Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten/kota yang akan memilih kepengurusan baru secara definitif.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan ulang anggota. Hanya anggota berstatus Anggota Biasa yang berhak menggunakan hak suara dalam Musda. “Pendataan anggota sangat penting agar pelaksanaan Musda berjalan sesuai aturan. Hak memilih hanya dimiliki anggota yang berstatus Anggota Biasa,” katanya.
Yusrizal mengajak seluruh anggota PWI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota untuk menjaga soliditas organisasi. Ia berharap seluruh proses regenerasi berjalan secara demokratis, transparan, dan sesuai mekanisme organisasi.
“Hasilkan kepengurusan baru yang sah dan mampu menjalankan program kerja secara optimal. Hormati setiap tahapan yang akan dilaksanakan PWI Provinsi demi menjaga marwah organisasi wartawan tertua di Indonesia,” pungkasnya.