Kantor Pertanahan Sawahlunto Ikuti Webinar Pengendalian Tanah, Cegah Konflik Lahan dan Penyimpangan Tata Ruang

Penulis: Muzakir Salim  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 11:57:31 WIB
Peserta Kantor Pertanahan Sawahlunto mengikuti webinar pengendalian tanah bersama BPN Sumatera Barat.

SAWAHLUNTO — Puluhan aparatur pertanahan dari Kantah Sawahlunto mengikuti forum virtual tersebut bersama jajaran Kantor Wilayah BPN Sumatera Barat dan kantor pertanahan kabupaten/kota lain di Indonesia. Webinar ini menjadi bagian dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Mengapa Pengendalian Penggunaan Tanah Penting bagi Sawahlunto?

Kota Sawahlunto yang merupakan kawasan bekas tambang batu bara memiliki karakteristik tata ruang yang khas. Wilayah ini rawan penyimpangan pemanfaatan lahan jika pengawasan longgar. Dalam webinar itu, peserta mendapat pemahaman tentang strategi pengendalian guna mencegah pemanfaatan tanah yang tidak sesuai peruntukan, konflik pertanahan, serta pelanggaran tata ruang.

Materi yang dibahas mencakup kebijakan pengelolaan pertanahan berkelanjutan dan berkeadilan. Peserta juga mempelajari teknik pengawasan lapangan yang efektif serta prosedur administrasi tertib pertanahan.

Peningkatan Kompetensi Aparatur untuk Pelayanan Masyarakat

Keikutsertaan Kantah Sawahlunto dalam webinar ini merupakan komitmen meningkatkan kompetensi pegawai. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan langsung diterapkan dalam tugas sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan sertifikasi dan pengawasan lahan kepada warga.

Forum ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi yang terbangun diharapkan memperkuat koordinasi pengendalian penggunaan tanah di seluruh Indonesia.

Target: Tertib Administrasi dan Pemanfaatan Lahan Sesuai RTRW

Kegiatan ini menekankan pentingnya tertib administrasi pertanahan. Setiap bidang tanah harus tercatat sesuai peraturan dan pemanfaatannya tidak melenceng dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sawahlunto.

Dengan pengendalian yang ketat, potensi sengketa lahan antarwarga maupun antara warga dan pemerintah bisa diminimalkan. Dampak jangka panjangnya, pembangunan di Sawahlunto bisa berjalan lebih tertib dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: dutametro.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top