Pencarian

150 Peserta Ikuti Seminar Ketahanan Keluarga dan Lomba Penyelenggaraan Jenazah di Payakumbuh

Jumat, 26 Juni 2026 • 15:12:31 WIB
150 Peserta Ikuti Seminar Ketahanan Keluarga dan Lomba Penyelenggaraan Jenazah di Payakumbuh
peserta mengikuti seminar ketahanan keluarga dan lomba penyelenggaraan jenazah di Payakumbuh.

PAYAKUMBUH — Pemerintah Kota Payakumbuh menilai seminar ketahanan keluarga memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman riil saat ini. Sekretaris Daerah Rida Ananda yang mewakili Wali Kota Zulmaeta menyebut penyalahgunaan narkoba, dampak negatif teknologi digital, hingga persoalan sosial lainnya menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Mengapa Ketahanan Keluarga Jadi Prioritas Pemkot Payakumbuh?

Rida Ananda menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama dalam menyiapkan generasi berakhlak mulia. Langkah ini juga selaras dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) serta visi daerah "Payakumbuh Maju Bermartabat".

"Semoga seminar ini dapat memberikan pencerahan kepada kita semua tentang arti penting membangun benteng yang kuat terhadap bahaya narkoba, pengaruh negatif digitalisasi, serta berbagai tantangan sosial yang dihadapi keluarga saat ini," ujar Rida Ananda saat membuka acara.

Tiga Pakar Bahas Keluarga dari Sudut Pandang Berbeda

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya. Kompol H. Erman, S.H., M.N., Dt. Bandaro Kayo membahas perspektif hukum dan keamanan, H. Hanan Putra, Lc., M.H. mengupas sudut pandang syariat Islam, sementara Rany Fitriany, M.Psi. menyoroti aspek psikologi keluarga.

Fakta Singkat Kegiatan BKMT Payakumbuh:

  • 150 peserta dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), majelis taklim se-Kota Payakumbuh, Duta Genre, dan elemen masyarakat
  • Dua agenda utama: seminar ketahanan keluarga dan lomba penyelenggaraan jenazah
  • Diselenggarakan di Aula Josrizal Zain, Balaikota Payakumbuh

BKMT: Penguatan Keluarga Butuh Sinergi Kolektif

Ketua BKMT Kota Payakumbuh, Elfriza Zaharman, menegaskan bahwa agenda ini adalah bentuk kontribusi nyata organisasinya. Namun ia mengingatkan bahwa penguatan keluarga tidak bisa dilakukan sendiri.

"Butuh sinergi kolektif dari pemerintah, penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat," kata Elfriza.

Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman berkomitmen penuh memberikan perhatian pada penguatan nilai keagamaan dan pembinaan karakter. Lomba penyelenggaraan jenazah yang digelar bersamaan dengan seminar menjadi bukti bahwa edukasi keagamaan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan aplikatif bagi warga.

Bagikan
Sumber: kupasonline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks