Sidak SPBU di Tanah Datar dan Solok, Gubernur Sumbar Temukan Indikasi Penyimpangan Distribusi Solar Subsidi

Penulis: Ridwan Azhari  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 12:14:31 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melakukan inspeksi mendadak di SPBU Tanah Datar dan Solok.

TANAH DATAR — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto menyisir sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di dua kabupaten, Kamis (25/6/2026). Hasilnya, ditemukan pola transaksi mencurigakan yang mengarah pada dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi.

Transaksi Berulang dengan Nomor Polisi Sama Jadi Temuan Awal

Dari hasil sidak, tim gubernur mencatat beberapa kendaraan dengan nomor polisi yang sama melakukan pengisian BBM secara berulang setiap hari. Pola transaksi itu dinilai tidak wajar dan sulit dijelaskan dengan kebutuhan logistik normal.

"Kalau ada pola transaksi yang tidak wajar, tentu harus segera ditelusuri. Sistem yang ada harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan sejak dini," kata Mahyeldi dalam keterangannya.

Ia menegaskan, subsidi negara harus benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. Karena itu, pengawasan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

Sinergi Lintas Lembaga dan Satgas Daerah Jadi Kunci

Mahyeldi mendorong penguatan sinergi antara Pertamina, BPH Migas, Hiswana Migas, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum. Menurutnya, pengawasan distribusi BBM subsidi membutuhkan kerja kolektif agar efektif di lapangan.

Pemerintah Provinsi Sumbar juga telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 1/INST-2026 tentang Pengendalian dan Pengawasan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP). Salah satu amanatnya adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi di setiap kabupaten dan kota.

"Kita ingin pengawasan di SPBU benar-benar berjalan. Keseriusan seluruh pihak akan terus kita pantau dan evaluasi," tegas Mahyeldi.

Dinas ESDM Minta Pertamina Evaluasi Transaksi Harian

Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto meminta Pertamina dan Hiswana Migas melakukan evaluasi transaksi harian secara rutin. Langkah itu dinilai penting untuk mendeteksi dugaan penyimpangan lebih awal.

Helmi mencontohkan salah satu SPBU di Kabupaten Solok yang sudah menerapkan pengawasan internal terhadap kendaraan yang dicurigai melakukan pelangsiran. Menurutnya, praktik serupa perlu ditiru oleh SPBU lain.

"Langkah seperti ini perlu menjadi contoh. Pengawasan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi instrumen penting untuk menekan penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan," ujar Helmi.

Pemprov Sumbar berharap pengawasan dan evaluasi transaksi secara berkala mampu memastikan distribusi BBM subsidi berjalan lebih tertib dan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top