PASAMAN — GOR Tuanku Rao di Lubuk Sikaping resmi menjadi pusat perhelatan Kejurda FORKI Sumbar 2026. Ratusan karateka dari berbagai daerah mulai memadati arena sejak Jumat pagi untuk memperebutkan Piala Ketua FORKI Sumbar.
Ketua Panitia Kejurda FORKI Sumbar 2026 yang juga Ketua FORKI Kabupaten Pasaman, Tirto Edi, mengonfirmasi seluruh persiapan teknis dan nonteknis telah selesai. "Mulai dari pendataan peserta hingga penyiapan juri dan wasit yang akan memimpin pertandingan sudah kami lakukan," ujarnya di Lubuk Sikaping, Jumat.
Panitia juga memastikan kebutuhan akomodasi bagi atlet dan ofisial terpenuhi. Berbagai hotel, wisma, dan penginapan di sekitar Lubuk Sikaping telah disiapkan untuk menampung seluruh kontingen dari 17 daerah. "Kami akan terus berkoordinasi dengan masing-masing kontingen agar pelaksanaan berjalan lancar," tambah Tirto Edi.
Kejurda ini mempertandingkan sejumlah nomor, mulai dari kelompok Usia Dini (8–9 tahun) hingga Senior (18–24 tahun). Nomor yang dipertandingkan meliputi Kata Perorangan dan Kumite sesuai kelas berat masing-masing. Kategori Pra Pemula (10–11 tahun), Pemula (12–13 tahun), Kadet (14–15 tahun), dan Junior (16–17 tahun) turut bersaing.
Tidak hanya nomor individu, panitia juga menyediakan nomor Kata Beregu untuk kelompok Pemula–Kadet dan Junior–Senior, baik putra maupun putri. Banyaknya nomor pertandingan diprediksi membuat persaingan antarkarateka semakin ketat.
Tirto Edi berharap Kejurda ini tidak sekadar ajang perebutan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang. "Melalui Kejurda ini kami ingin mencetak atlet-atlet profesional yang mampu bersaing pada ajang Pra-PON, PON, hingga tampil di level internasional, bahkan Olimpiade," ungkapnya.
Ia menambahkan, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk menemukan bibit-bibit atlet yang siap bersaing di tingkat nasional. "Kami berharap lahir atlet potensial Sumatera Barat yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional," katanya.
Penyelenggaraan Kejurda FORKI Sumbar 2026 juga diharapkan menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata dan budaya Kabupaten Pasaman. Daerah yang dikenal sebagai kelahiran Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol ini kini dipadati ratusan atlet dan ofisial dari berbagai daerah.
Salah satu kontingen yang telah tiba adalah FORKI Padang Pariaman. Mereka memperkuat tim dengan atlet seperti Eksel di kelas Junior -55 kilogram, Abrar pada kelas Senior -67 kilogram, Rapi di kelas Junior +76 kilogram, serta Nathan pada kelas Pemula +40 kilogram. Keempat atlet menyatakan kesiapan mereka untuk bertanding.