PADANG — Kanwil Kemenag Sumbar bergerak cepat setelah menerima laporan adanya suara dentuman di MAN 3 Padang. Dalam waktu singkat, Mustafa bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Tangusli dan jajaran meninjau langsung lokasi untuk mengonfirmasi situasi terkini.
Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas warga madrasah berjalan seperti biasa. Kegiatan Masa Ta’aruf Madrasah (Matsama) yang tengah berlangsung pun tetap terlaksana tanpa gangguan.
“Kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi madrasah. Alhamdulillah, situasi tetap kondusif dan kegiatan di madrasah berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Mustafa.
Untuk membangun kembali rasa aman dan nyaman, madrasah telah menyiapkan serangkaian kegiatan pada hari berikutnya. Rencananya, kegiatan akan diawali dengan senam bersama, outbound, serta pembinaan dari jajaran Polsek Koto Tangah.
Meskipun belum ditemukan indikasi siswa yang mengalami trauma, pihak madrasah tidak mengambil risiko. Kepala madrasah, guru, wali kelas, dan guru Bimbingan Konseling (BK) telah disiagakan untuk memberikan pendampingan awal.
Jika diperlukan, Kemenag akan berkoordinasi dengan tenaga profesional, termasuk psikolog, untuk memberikan layanan trauma healing kepada siswa yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman dan nyaman berada di madrasah. Yang paling penting saat ini adalah mengembalikan suasana belajar yang kondusif,” tutur Mustafa.
Terkait penyebab dentuman, Mustafa menegaskan seluruh proses penanganan telah diserahkan kepada Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Kanwil Kemenag Sumbar akan terus berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kota Padang, pihak madrasah, serta instansi terkait.
“Kami mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian. Sementara itu, Kementerian Agama fokus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dan warga madrasah memperoleh pendampingan yang diperlukan,” kata Mustafa.
Kanwil Kemenag Sumbar juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan proses penyelidikan.
“Mari kita dukung madrasah agar tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang,” tutup Mustafa.