PLN Alihkan Penggilingan Padi di Pesisir Selatan dari Solar ke Listrik, Biaya Operasional Ditekan

Penulis: Ridwan Azhari  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 17:46:01 WIB
Mesin huller milik Jhoni Hendra di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, resmi beralih dari solar ke listrik melalui program Electrifying Agriculture PLN.

PAINAN — Mesin huller milik Jhoni Hendra di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, resmi beralih ke energi listrik setelah sebelumnya bergantung pada solar. Peralihan ini merupakan proyek perdana PLN Group di Sumatera Barat untuk sektor pertanian melalui program Electrifying Agriculture.

Kesepakatan ditandatangani tiga pihak: pemilik huller, PLN UP3 Padang melalui ULP Painan, dan PLN Energy Services (PLN ES). Paket kerja sama tidak hanya mencakup penyambungan daya listrik baru, tetapi juga penyediaan mesin pemecah kulit padi (huller), mesin pemutih beras (polisher), dan dinamo listrik.

Biaya Operasional Lebih Murah, Produksi Lebih Cepat

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menyebut program ini merupakan wujud transformasi layanan PLN yang tidak sekadar menjual listrik, tetapi menghadirkan solusi energi produktif. "Listrik dapat memberikan manfaat lebih besar dalam meningkatkan produktivitas usaha, menekan biaya operasional, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pertanian modern," ujarnya.

Sebelumnya, penggilingan padi di daerah tersebut mengandalkan genset berbahan bakar solar yang biayanya lebih tinggi dan tidak stabil. Dengan listrik PLN, proses produksi bisa berjalan lebih efisien dan ramah lingkungan.

PLN Siapkan Teknologi dari Hulu ke Hilir

Kolaborasi antara PLN UP3 Padang dan PLN ES menghadirkan solusi terintegrasi. PLN tidak hanya memastikan pasokan listrik andal, tetapi juga mendukung penyediaan peralatan yang dibutuhkan petani. Pendekatan ini memudahkan pelaku usaha pertanian beralih ke listrik tanpa harus repot mengurus teknologi sendiri.

Manager ULP Painan, Andi Gunawan, serta Asisten Manager Pemasaran dan Bisnis Inovatif PLN ES, Andry Ardian Nur, turut hadir dalam penandatanganan perjanjian yang diikuti 18 peserta itu.

Jadi Model untuk Daerah Lain di Sumatera Barat

Keberhasilan proyek percontohan di Pesisir Selatan ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan Electrifying Agriculture di wilayah lain Sumatera Barat. PLN menargetkan program serupa bisa direplikasi di sentra-sentra pertanian lain, terutama yang masih mengandalkan energi fosil.

"Kami berharap keberhasilan program ini dapat menjadi contoh dan menginspirasi lebih banyak pelaku usaha pertanian di Sumatera Barat untuk beralih memanfaatkan energi listrik PLN," kata Ririn.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top