PLN Payakumbuh dan BPBD Gelar Latihan Bencana Selama Dua Hari, Fokus Pulihkan Listrik Cepat saat Darurat

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 22:07:01 WIB
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta membuka secara resmi pelatihan peningkatan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama PLN UP3 Payakumbuh pada 13 Juli 2026.

PAYAKUMBUH — PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh resmi bergabung dalam program Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Payakumbuh Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Juli 2026, ini dibuka langsung oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta.

Manager PLN UP3 Payakumbuh, Yessi Indra, menegaskan bahwa keandalan listrik tidak bisa berdiri sendiri saat bencana melanda. Butuh koordinasi lintas sektor agar pemulihan berjalan cepat.

"Keandalan kelistrikan tidak terlepas dari kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi kondisi darurat. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, PLN memperkuat sinergi dengan BPBD dan seluruh stakeholder agar proses penanganan bencana maupun pemulihan sistem kelistrikan dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan efektif demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Yessi.

Fokus Pelatihan: Koordinasi dan Kompetensi Teknis

Pelatihan ini tidak sekadar seremoni. Peserta dari TRC BPBD dan perwakilan PLN mendapat materi dari narasumber berbagai instansi. Target utamanya: menyatukan langkah koordinasi dan memperkuat kompetensi teknis personel di lapangan.

Sumatera Barat merupakan wilayah dengan indeks risiko bencana tinggi. Gempa bumi dan banjir bandung kerap memutus jaringan listrik. Tanpa sinergi yang matang, proses evakuasi dan pemulihan bisa molor.

PLN: Kolaborasi Kunci Pemulihan Cepat

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menyebut kolaborasi ini sebagai modal penting. Bukan hanya infrastruktur yang harus andal, tapi juga sumber daya manusia dan jejaring antarinstansi.

"PLN tidak hanya membangun keandalan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi bersama BPBD dan berbagai instansi menjadi modal penting agar penanganan kondisi darurat maupun pemulihan sistem kelistrikan dapat dilakukan secara cepat, aman, dan terukur," kata Ririn.

Dampak bagi Warga: Listrik Cepat Nyala Pascabencana

Bagi warga Payakumbuh, sinergi ini punya dampak langsung. Saat bencana terjadi, listrik sering jadi kebutuhan pertama yang harus pulih — untuk penerangan, komunikasi, dan mengoperasikan pompa air. Dengan adanya tim terlatih dan koordinasi yang solid, waktu pemadaman bisa dipangkas drastis.

PLN berkomitmen terus mendukung program peningkatan kapasitas kebencanaan bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, dan pemangku kepentingan lainnya. Perusahaan menargetkan sistem kelistrikan yang tangguh dan responsif terhadap kondisi darurat di seluruh wilayah Sumbar.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top