PADANG — Sebanyak puluhan peserta dari berbagai organisasi pecinta alam se-Sumatera Barat mengikuti pelatihan tanggap darurat bencana selama tiga hari. Kegiatan yang digelar di Lumin Camp, Koto Tangah, ini merupakan kerja sama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat dengan KPA Bias.
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan bahwa peran pecinta alam bisa jauh lebih besar dari sekadar aktivitas rutin di alam bebas. "Peserta juga dapat berperan lebih di kemudian hari, minimal dalam tanggap darurat bencana saat bencana alam terjadi Sumatera Barat," ujarnya dalam sambutan di akhir acara, Jumat (19/7).
Ketua panitia dari KPA Bias, Khalid Saifullah, menjelaskan bahwa para peserta tidak hanya mendapatkan teori. Mereka juga mempraktikkan langsung teknik penanganan bencana, mulai dari pencarian korban hingga proses evakuasi.
"Banyak yang didapat oleh peserta, salah satunya bagaimana manajemen waktu dan kedisiplinan, hingga teknik save and rescue," kata Khalid. Ia mencontohkan para pemateri memberikan simulasi langsung yang kemudian dipraktikkan oleh peserta di lapangan.
Khalid mengakui, para peserta dari berbagai daerah di Sumbar sebenarnya sudah mulai bergerak secara swadaya saat bencana melanda pada November hingga Desember tahun lalu. Langkah nyata yang dilakukan antara lain mendirikan posko, mengirimkan bantuan logistik, hingga memberikan trauma healing bagi korban.
"Kami harapkan juga dapat berperan lebih dari itu, usai menerima pelatihan selama tiga hari ini," urai Khalid. Pelatihan ini merupakan edisi kedua yang digelar secara berturut-turut sejak 2025.
Salah satu peserta dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengaku materi navigasi menjadi bagian paling berkesan selama pelatihan. Sebab, peserta diberikan praktik langsung bagaimana proses pencarian korban bencana di lapangan.
Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kader-kader tanggap bencana yang siap diterjunkan kapan saja. Dengan kemampuan teknis bertahan di alam liar yang sudah dimiliki, para pecinta alam dinilai memiliki modal dasar yang kuat untuk menjadi relawan penanggulangan bencana yang efektif.