PADANG — Suasana berbeda terlihat di arena pameran PIAGEX 2026. Bukan sekadar memegang gawai, para pengunjung—mulai dari anak-anak hingga orang dewasa—antre untuk mencoba langsung gim yang dikembangkan oleh pelajar setempat. Beberapa dari mereka tampak asyik bergantian mengendalikan karakter dalam gim petualangan sederhana buatan siswa SMP.
Stan-stan yang menampilkan hasil karya pelajar justru menjadi yang paling ramai. Gim yang dipamerkan bukan sekadar tiruan, melainkan hasil pengembangan mandiri dalam mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang kini diterapkan di tingkat SMP.
“Ini keren banget, gamenya seru dan ternyata buatan anak SMP,” ujar salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi.
Ajang tahunan ini tidak hanya memamerkan gim. PIAGEX 2026 juga menghadirkan kompetisi robotika dan lokakarya animasi yang melibatkan puluhan sekolah di Sumatera Barat. Para peserta tidak hanya dari Padang, tetapi juga dari daerah sekitarnya.
Penyelenggara menyebut bahwa acara ini merupakan respons terhadap kebutuhan kurikulum yang semakin mengarah pada teknologi digital. Dengan adanya pameran semacam ini, siswa memiliki ruang untuk menunjukkan hasil belajar mereka di depan publik.
Penerapan mata pelajaran KKA di tingkat SMP di Sumatera Barat menjadi latar belakang utama digelarnya PIAGEX. Lewat pameran ini, pihak sekolah dan pemerintah daerah ingin melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam mengaplikasikan teori koding ke dalam produk nyata.
Beberapa guru yang mendampingi siswanya mengaku bangga. “Mereka belajar coding baru satu semester, tapi sudah bisa membuat game sederhana. Ini bukti bahwa kurikulum baru berjalan,” kata seorang guru pendamping.
PIAGEX 2026 membuktikan bahwa minat terhadap industri kreatif digital di Sumatera Barat cukup tinggi. Bukan hanya pelajar, orang tua dan masyarakat umum juga terlihat antusias menyaksikan langsung bagaimana anak-anak mereka mampu menciptakan sesuatu dari layar komputer.
Dengan adanya ajang seperti ini, para pelajar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta. Harapannya, bakat-bakat muda ini bisa terus berkembang dan suatu hari mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional maupun internasional.