JAKARTA — Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik di awal pekan. IHSG langsung tergerus saat perdagangan dibuka, turun dari posisi penutupan sebelumnya.
Pelemahan juga dialami oleh kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 tercatat turun 2,07 poin atau 0,34 persen ke level 612,72 pada sesi awal.
Apa yang Menekan IHSG di Awal Pekan?
Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa penurunan terjadi di tengah sentimen global yang masih mixed. Pelaku pasar tampak wait and see menjelang sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini.
Level 6.185 menjadi titik terendah pembukaan IHSG dalam beberapa hari terakhir. Posisi ini masih berada di bawah level psikologis 6.200 yang sempat dipertahankan pada akhir pekan lalu.
Indeks LQ45 Ikut Tertekan
Indeks LQ45 yang mewakili 45 saham dengan likuiditas tinggi juga tak luput dari aksi jual. Penurunan 2,07 poin mengindikasikan tekanan cukup merata di saham-saham berkapitalisasi besar.
Pelemahan indeks unggulan ini biasanya menjadi sinyal bagi pergerakan saham-saham sektor lainnya. Jika tekanan berlanjut, IHSG berpotensi menguji level support di kisaran 6.150.
Proyeksi Pergerakan IHSG Selanjutnya
Analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama pergerakan bursa Asia dan kebijakan suku bunga global. Investor disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang kerap bergerak seirama dengan indeks saham.
Sepanjang sesi pertama, volume perdagangan masih terpantau normal. Belum ada katalis positif signifikan yang mampu membalikkan arah indeks ke zona hijau.