SUMATERA BARAT — Dari sirkuit Mandalika, mimpi pembalap muda Indonesia menembus panggung dunia bukan lagi angan. Pertamina Mandalika Racing Series (Pertamina MRS) yang memasuki Round 3 akhir pekan ini menjadi bukti konkret bagaimana ajang nasional bisa menjadi batu loncatan ke level global. Veda Ega Pratama, misalnya, adalah produk nyata dari sistem ini: sebelum menjadi juara Asia Talent Cup 2023 dan runner-up Red Bull Rookies Cup, ia mengasah kemampuannya di kelas 250cc Pertamina MRS pada 2023 dan kelas 600cc setahun kemudian.
Nama Muhammad Kiandra Ramadhipa juga tak bisa dilepaskan dari ajang ini. Pembalap yang kini berlaga di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan Moto3 Junior itu pernah bersaing di kelas 250cc Pertamina MRS musim 2023. Sementara itu, Fadillah Arbi Aditama mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang memenangi balapan FIM JuniorGP Moto3 di Catalunya pada 2023. Setelah tiga musim di Eropa dan ARRC AP250 2025, Arbi kini naik ke kelas Supersport 600 bersama Astra Honda Racing Team melalui Pertamina MRS 2026.
“Pertamina MRS menurut saya sangat penting karena membentuk mental dan mindset pembalap. Saya berharap dari ajang ini akan melahirkan banyak talenta Indonesia yang mampu bersaing di level internasional,” ujar Arbi.
Semangat serupa datang dari Giovanni Cornelius Gani, pembalap asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, dari tim Honda MTS AR Speed ASH21. Pada musim ini, ia meraih podium ketiga Indonesia Junior Talent Cup U-15 Race 1. Prestasi internasionalnya juga mentereng: podium ketiga Race 2 SIC Ohvale Junior Championship di Johor, Malaysia, dan podium FIM MiniGP Malaysia. “Pertamina MRS sangat bagus karena membimbing calon pembalap masa depan Indonesia agar lebih fokus, teliti, dan percaya diri saat balapan,” kata Giovanni.
CEO Pride Motorsport Eddy Saputra menilai dukungan Pertamina terhadap ajang ini adalah investasi jangka panjang. “Dukungan Pertamina merupakan investasi untuk membuka jalan bagi pembalap-pembalap muda Indonesia menuju level dunia. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk terus berkembang,” ujarnya. VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, perusahaan berkomitmen mendampingi perjalanan pembalap muda melalui ekosistem kompetisi yang konsisten. “Kami ingin menghadirkan ekosistem pengembangan talenta yang mampu melahirkan pembalap berprestasi hingga siap bersaing di tingkat internasional,” kata Baron.
Pertamina MRS menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak penyelenggaraan event motosport dunia, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, yang akan digelar Oktober mendatang. Di sinilah mimpi-mimpi kecil dari sirkuit Mandalika mulai menemukan jalannya ke panggung dunia.