LUBUK BASUNG — Bawaslu Kabupaten Agam tidak menunggu hingga tahun pemilu untuk membangun sistem pengawasan. Lembaga itu sudah memulai Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, dengan mayoritas peserta berasal dari kalangan anak muda.
Kegiatan bertema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" digelar di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Agam. Sebanyak 24 orang dari berbagai unsur masyarakat mengikuti pelatihan yang berlangsung sehari itu.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (PPH) Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi, menyebut sejarah membuktikan peran pemuda dalam pergerakan bangsa.
"Sejarah mencatat, dahulu sebelum republik ini berdiri, penggerak-penggeraknya adalah elemen muda ini. Tahun 1928, Sumpah Pemuda, satu bahasa, satu bangsa, itu dimotori oleh anak-anak muda," kata Khadafi saat membuka kegiatan.
Menurutnya, semangat yang sama perlu dihidupkan dalam demokrasi saat ini. Energi, idealisme, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi membuat generasi muda dinilai potensial menjadi pelopor pengawasan pemilu.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi tentang peran strategis pengawasan partisipatif, nilai-nilai demokrasi, hingga pencegahan pelanggaran pemilu. Mereka juga mempelajari mekanisme penyelesaian sengketa proses pemilu dan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara dengan masyarakat.
Peserta dilatih mengenali potensi pelanggaran serta memahami prosedur pelaporan sesuai peraturan perundang-undangan. Suasana diskusi berlangsung aktif, dengan berbagai persoalan mengemuka—mulai dari tantangan pengawasan di era digital hingga strategi meningkatkan partisipasi publik.
Bawaslu Kabupaten Agam berharap para peserta tidak sekadar memahami teori, tetapi menjadi mitra strategis lembaga dalam menyebarluaskan nilai demokrasi. Mereka diharapkan mampu menjadi agen edukasi dan penggerak budaya demokrasi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, seluruh anggota Bawaslu Kabupaten Agam, Kepala Sekretariat, kepala subbagian, serta jajaran sekretariat yang turut menjadi narasumber.
Antusiasme peserta, menurut Bawaslu, menjadi sinyal meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap kualitas demokrasi. Melalui pendidikan politik dan penguatan kapasitas masyarakat ini, Bawaslu menargetkan pengawasan partisipatif yang lebih luas untuk mewujudkan Pemilu 2029 yang jujur, adil, bermartabat, dan berintegritas.