Zigo Rolanda Pastikan Rehabilitasi Batang Lembang dan Batang Gawan di Kota Solok Masuk Tahap Pertama, Anggaran Rp 170 Miliar Siap Dikerjakan

Penulis: Muzakir Salim  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:32:01 WIB
Rehabilitasi Batang Lembang dan Batang Gawan di Kota Solok masuk tahap pertama dengan anggaran Rp 170 miliar.

SOLOK — Proyek pengendalian banjir senilai Rp 170 miliar di dua batang sungai Kota Solok akhirnya mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat. Rehabilitasi Batang Lembang dan Batang Gawan di Tanah Garam dipastikan masuk prioritas pertama setelah sebelumnya hanya direncanakan pada tahap kedua.

Kepastian itu disampaikan Zigo Rolanda saat reses di Kota Solok, Selasa (4/8/2026). Anggota Komisi V DPR RI itu menyebut komitmen Pemkot Solok menyelesaikan pembebasan lahan menjadi kunci utama percepatan proyek ini.

Jaminan Lahan Bersih Jadi Syarat Utama Percepatan Proyek

Zigo menjelaskan, dalam alokasi awal pascabencana, pemerintah pusat hanya memprioritaskan tiga lokasi di Sumatera Barat, yakni Batang Kuranji, Batang Maransi di Kota Padang, serta satu lokasi di Kabupaten Agam. Batang Lembang dan Batang Gawan sempat tertunda karena masih ada persoalan lahan.

"Sebelumnya proyek ini masuk tahap kedua. Karena pemerintah daerah menjamin lahannya bersih dan siap, akhirnya bisa dimasukkan ke tahap pertama. Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kota Solok," kata Zigo.

Ia mengingatkan, kelancaran proyek kini bergantung pada penyelesaian sisa persoalan lahan di lapangan. Jika masih ada kendala, pekerjaan yang sudah dikontrak berpotensi terhambat.

Komitmen Pusat untuk Pemulihan Sumatera Barat Capai Rp 17 Triliun

Proyek di Kota Solok ini merupakan bagian dari paket besar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera Barat yang disepakati Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Total anggaran yang disiapkan mencapai kurang lebih Rp 17 triliun.

"Program ini dilaksanakan bertahap hingga tahun 2029 sebagai bentuk komitmen pemerintah memulihkan daerah terdampak bencana di Sumatera Barat," ujar Zigo dalam keterangannya.

Kota Solok Juga Dapat Jatah Bedah Rumah dan Irigasi

Pada kesempatan yang sama, Zigo mengungkapkan sejumlah program lain yang bakal masuk ke Kota Solok. Untuk sektor perumahan, daerah ini memperoleh alokasi sekitar 224 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah pada 2026.

Alokasi BSPS untuk Sumatera Barat tahun depan meningkat drastis, dari sekitar 826 unit menjadi sekitar 8.471 unit. Angka ini sejalan dengan target pemerintah membangun tiga juta rumah dalam lima tahun.

Di sektor pertanian, Kota Solok juga mendapatkan 12 titik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) untuk memperbaiki jaringan irigasi petani. Sementara untuk air bersih, usulan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai sekitar Rp 62 miliar telah lolos dalam sistem pengusulan pemerintah pusat dan ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Jalan Lingkar Utara dan Revitalisasi Terminal Masih Dikawal

Zigo memastikan pengawalan terus dilakukan untuk proyek Jalan Lingkar Utara Kota Solok. Seluruh dokumen administrasi disebutnya telah lengkap dan kini tinggal menunggu kajian teknis antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Keuangan.

Ia juga meminta Pemkot Solok segera membereskan administrasi pemanfaatan kios di Terminal Bareh Solok. Hal ini menjadi syarat agar program revitalisasi terminal yang disiapkan pemerintah pusat tidak hangus.

"Kami optimistis persoalan ini dapat diselesaikan sehingga Kota Solok tidak kehilangan kesempatan memperoleh program revitalisasi terminal yang sangat dibutuhkan masyarakat," tegas Zigo.

Dalam peninjauan langsung ke lokasi Batang Lembang dan Batang Gawan, Zigo didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Wali Kota Solok, Wakil Bupati Solok, Ketua DPRD Kota, serta unsur Forkopimda setempat.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: mimbarsumbar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top