SIJUNJUNG — Proyek penggantian konstruksi Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, tengah berlangsung. BPJN Sumatera Barat mengubah perkerasan jalan dari aspal menjadi beton kaku atau rigid pavement di sejumlah titik ruas jalan tersebut.
Pantauan di lapangan, Selasa (4/8/2026), sejumlah kendaraan tampak bergantian melintasi ruas jalan yang sedang dalam proses pengerjaan. Aktivitas lalu lintas tetap berjalan meski proyek konstruksi sedang berlangsung.
Penggantian jenis perkerasan ini bukan tanpa alasan. BPJN Sumatera Barat menilai beton kaku memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan aspal, terutama untuk menopang beban kendaraan berat yang kerap melintasi Jalan Lintas Sumatera.
Dengan konstruksi yang lebih kuat, umur pakai jalan diharapkan lebih panjang. Hal ini secara langsung berdampak pada kelancaran arus logistik antardaerah di Pulau Sumatera.
Percepatan mobilitas orang dan kelancaran distribusi barang menjadi target utama dari proyek ini. Jalan Lintas Sumatera merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat dengan provinsi tetangga.
Ketika konstruksi jalan selesai dan kualitasnya meningkat, waktu tempuh antarwilayah diprediksi lebih efisien. Biaya operasional kendaraan logistik juga berpotensi turun, yang pada akhirnya dapat menekan harga barang di tingkat konsumen.
Pertumbuhan ekonomi daerah pun diharapkan ikut terpacu, seiring dengan membaiknya konektivitas dan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.