PESISIR SELATAN — Tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat setelah menerima laporan warga yang melihat kepulan asap dan api membubung dari sebuah rumah kayu di kawasan Teluk Belibis. Beruntung, si jago merah berhasil dijinakkan sebelum merembet ke bangunan lain yang jaraknya berdekatan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Pessel, Dongki Agung Pribumi, mengkonfirmasi kejadian tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan Tim Piket Regu A dari Mako Painan dengan satu unit armada pompa berkapasitas 5.000 liter.
“Tim Piket Regu A Mako Painan langsung bergerak dengan satu unit armada pompa berkapasitas 5.000 liter. Respon time enam menit dengan jarak tempuh delapan kilometer,” jelasnya kepada Katasumbar.
Kecepatan respons ini menjadi kunci utama. Petugas tiba di lokasi hanya enam menit setelah laporan masuk dan langsung memulai proses pendinginan serta pemadaman.
Berbeda dengan nasib rumah kayu yang hangus, empat bangunan lain di sekitar lokasi kebakaran berhasil diselamatkan. Bangunan-bangunan tersebut terdiri dari satu rumah semi permanen berukuran 6 x 8 meter, dua rumah permanen, serta satu rumah permanen yang masih dalam tahap pembangunan.
Upaya keras petugas di lapangan membuahkan hasil. Total nilai aset yang berhasil diamankan dari amukan api diperkirakan mencapai Rp400 juta.
“Kegiatan pemadaman berlangsung dari pukul 04.38 WIB hingga 05.30 WIB. Tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti api pertama kali muncul. Belum ada keterangan resmi mengenai dugaan korsleting listrik atau faktor lain, mengingat kebakaran terjadi saat warga bersiap melaksanakan ibadah Subuh.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga Pesisir Selatan akan pentingnya memeriksa instalasi listrik dan memastikan kompor dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah, terutama di malam hari.