SUMATERA BARAT — Pasar Hexagon bukan sekadar bangunan tua dengan arsitektur unik di pesisir Jakarta Utara. Di balik bentuk segi enamnya yang khas, kawasan ini menyimpan jejak sejarah maritim yang nyaris terlupakan dan kini mulai dilirik kembali sebagai ruang publik yang hidup.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menyebut kawasan ini punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata budaya dan ekonomi kreatif, sejajar dengan ikon-ikon sejarah lain di sekitarnya.
Keunikan Pasar Hexagon tidak hanya terletak pada bentuk bangunannya yang langka. Posisinya strategis berada di kawasan kota tua pesisir, menghubungkan tiga destinasi bersejarah sekaligus: Pelabuhan Sunda Kelapa yang merepresentasikan kejayaan perdagangan maritim Nusantara, Museum Bahari sebagai pusat edukasi kebaharian, dan Masjid Luar Batang yang menjadi destinasi wisata religi.
Hendra menegaskan setiap kawasan punya karakter dan kekuatan sejarah masing-masing. “Pasar Hexagon tidak sekadar memiliki bentuk bangunan yang unik, tetapi juga menyimpan sejarah dan potensi ekonomi besar,” katanya di Jakarta, Minggu (17/8).
“Di balik bentuknya yang unik, ada sejarah, ada cerita, dan ada potensi besar yang bisa kita hidupkan kembali,” sambungnya.
Bagian tak terpisahkan dari pengembangan kawasan ini adalah Kampung Akuarium. Bersama Pasar Hexagon, kawasan ini dirancang menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis masyarakat dengan beragam aktivitas: kuliner pesisir khas Nusantara, produk fesyen, hingga atraksi seni dan budaya lokal.
Konsep pariwisata berbasis komunitas ini diharapkan tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi kerakyatan di Jakarta Utara.
Pemkot Jakarta Utara telah memulai langkah awal melalui gelaran Hexagon The Nusantara Port Market pada 14-15 Agustus 2025 di kawasan Pasar Ikan Hexagon, Kecamatan Penjaringan. Event yang berlangsung pukul 15.00 hingga 21.00 WIB ini menghadirkan:
Hendra menegaskan penyelenggaraan event ini bukanlah akhir, melainkan titik tolak. “Ini awal untuk melihat apa yang bisa kita lakukan bersama agar Pasar Hexagon dan kawasan sekitarnya benar-benar menjadi ruang publik yang hidup dan menjadi salah satu tujuan wisata di Jakarta Utara,” ujarnya.
Pengembangan kawasan cagar budaya pesisir ini semakin relevan menjelang perayaan 500 tahun Jakarta. Kawasan Sunda Kelapa hingga Masjid Luar Batang dinilai perlu dijaga sebagai etalase perjalanan peradaban ibu kota.
“Menuju usia lima abad ini, mari kita jaga kawasan pesisir dan kawasan cagar budaya di Jakarta Utara sebagai etalase utama perayaan peradaban kota yang tangguh, berkarakter, dan membanggakan,” kata Hendra.
Kawasan Pasar Ikan Hexagon berada di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa. Dari pusat kota Jakarta, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum menuju kawasan Kota Tua, kemudian melanjutkan perjalanan singkat ke arah utara menuju pelabuhan bersejarah ini.
Waktu terbaik berkunjung adalah sore hari menjelang matahari terbenam, ketika aktivitas pelabuhan mulai mereda dan suasana kawasan pesisir terasa lebih hidup. Untuk informasi jadwal event dan aktivitas terbaru di kawasan ini, wisatawan dapat memantau kanal resmi Pemerintah Kota Jakarta Utara.
Bagi traveler yang ingin merasakan atmosfer sejarah maritim Jakarta secara utuh, luangkan waktu setengah hari untuk menyusuri kawasan ini—mulai dari Museum Bahari, menyusuri Pelabuhan Sunda Kelapa dengan perahu pinisinya yang legendaris, hingga berakhir di Pasar Hexagon untuk mencicipi kuliner pesisir khas Nusantara.