SUMATERA BARAT — PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) baru saja mengumumkan harga resmi BAIC T1 di GIIAS 2026, dan kami langsung mendapat kesempatan menjajalnya dalam rute nyata dari Bandung menuju Jakarta. Uji jalan ini bukan sekadar tes singkat di area pameran, melainkan simulasi pemakaian harian yang melibatkan jalan tol dan kecepatan konstan. Ini adalah kesan awal kami, dan perlu pengujian lebih lama untuk menilai durabilitas serta konsumsi daya real-nya.
Kesan pertama yang langsung terasa saat melaju di tol adalah karakter suspensi yang didesain untuk kenyamanan. BAIC T1 terasa stabil dan tenang saat diajak melaju dalam kecepatan konstan, meredam getaran jalan dengan cukup baik. Setirnya juga responsif, membuat manuver pindah lajur terasa ringan dan mudah dikendalikan tanpa perlu tenaga ekstra.
Saat diajak menikung, ada sedikit gejala limbung yang muncul. Namun, ini masih dalam batas wajar dan tidak membuat pengemudi kehilangan rasa percaya diri. Karakter ini mengonfirmasi bahwa T1 lebih diarahkan sebagai kendaraan harian yang mengutamakan kenyamanan, bukan mobil dengan karakter lincah yang agresif.
Ditenagai motor listrik bertenaga 70 kW (sekitar 94-95 hp) dan torsi 176 Nm, BAIC T1 tidak terasa lambat. Respons tenaga khas motor listrik membuat akselerasi terasa spontan, terutama saat dibutuhkan tambahan tenaga untuk overtaking di jalan tol. Kami tidak melakukan pengukuran 0-100 km/jam, tapi secara subjektif, tenaganya cukup untuk mengimbangi laju kendaraan lain di jalur cepat.
BAIC T1 menggunakan baterai LFP berkapasitas 42,3 kWh dari CALB. Klaim jarak tempuh pabrikan cukup bervariasi: 425 km dalam siklus CLTC dan 310-350 km dalam siklus WLTC yang lebih realistis. Untuk pengisian daya, mobil ini mendukung DC fast charging yang mampu mengisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit. Ini membuat perjalanan antarkota seperti Bandung-Jakarta terasa lebih praktis, selama infrastruktur SPKLU di sepanjang rute tersedia.
Salah satu nilai jual utama T1 ada pada fitur Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging dan Vehicle-to-Load (V2L). Teknologi V2V memungkinkan mobil ini berbagi daya dengan EV lain yang mengalami kondisi darurat baterai menipis. Sementara itu, V2L dengan output hingga 3.500 watt bisa mengubah T1 menjadi sumber listrik portabel untuk perangkat elektronik, cocok untuk kebutuhan camping atau keadaan darurat di rumah.
BAIC T1 memberikan kesan pertama yang solid. Ia menawarkan paket yang seimbang: kenyamanan berkendara, fitur V2L yang berguna, dan harga yang kompetitif. Namun, keputusan pembelian tetap harus mempertimbangkan kebutuhan Anda. Jika prioritas utama adalah mobil listrik nyaman untuk mobilitas harian dengan fitur lengkap, T1 layak masuk daftar. Jika Anda menginginkan performa atau handling yang lebih sporty, ada baiknya menunggu uji kami yang lebih mendalam atau mencoba kompetitornya terlebih dahulu.